Electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik akan diterapkan di jalan tol. Tujuannya, menutup ruang gerak pengendara yang suka kebut-kebutan. Nanti kendaraan berkecepatan 120 km/jam otomatis kena tilang. Menurut rencana, pelaksanaannya dimulai secara serentak pada 1 April mendatang.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Dirmanto menjelaskan, berbagai persiapan terkait program itu sudah dilakukan. Di antaranya, memasang kamera di sejumlah titik. ’’Program Korlantas Polri. Mulai Jakarta sampai Jawa Timur akan dipasangi kamera pengawas,” katanya Senin (28/3).

Menurut dia, penerapan tilang elektronik di ruas jalan tol didasari hasil evaluasi. Dari pengamatan, jalan tol sering dipakai ajang kebut-kebutan. Padahal, kecepatan kendaraan sudah diatur secara jelas. ’’Di beberapa titik itu kan sudah terpasang rambu batas kecepatan,” ujarnya.

Namun, tidak sedikit pengendara yang mengabaikannya. Terlebih pada jalanan lurus dengan trek panjang. ’’Penerapan ETLE di jalan tol diharapkan bisa mengubah kebiasaan itu,” ungkapnya.

Kecepatan berkendara di jalan tol, lanjut dia, sudah diatur. Maksimal 100 km/jam. Namun, angka itu adalah batas normal. Jadi, angka kebut-kebutan ditafsir di angka 120 km/jam.

Dirmanto menerangkan, teknis tilang elektronik di jalan tol tidak berbeda dengan jalan protokol. Pelanggar yang terekam akan terfoto kamera. Datanya kemudian dikirim ke alamat pengendara. ’’ETLE jalan tol punya fitur menangkap gambar kendaraan yang melebihi batas kecepatan,” paparnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, upaya penindakan terhadap kendaraan ngebut sebenarnya sudah lama dilakukan. Jajaran Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda yang punya tugas khusus di area tol melakukan penindakan dengan speed gun. ’’ETLE ini semakin memaksimalkan. Sesuai program prioritas Kapolri agar tilang mengedepankan kecanggihan teknologi,” tuturnya.

ETLE, sambung dia, juga bisa meminimalkan peluang polisi nakal. Sebab, pengendara yang melanggar tidak akan lagi bisa menyuap anggota agar lolos dari tilang.

Menurut dia, pengintegrasian alat di tol dengan ETLE kepolisian sudah berjalan. Koordinasi terkait pengoperasian juga terus dilakukan.

Dia menambahkan, ada kemungkinan speed camera dulu yang akan diintegrasikan. Sistem weigh in motion (WIM) menyusul. Hendri menjelaskan bahwa Jasa Marga mendukung sepenuhnya penerapan ETLE di tol.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *