SURABAYA — Data Satgas Covid-19 Jawa Timur mencatat hingga 28 Maret 2022 capaian vaksinasi untuk dosis 1 sudah terealisasi 91,53 persen, dosis 2 sebanyak 75,36 persen, dan dosis 3 atau booster baru mencapai 8,50 persen. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemerintah kota/kabupaten harus mempercepat upaya vaksinasi Covid-19, terutama untuk dosis 3 atau booster agar masyarakat dapat melakukan kegiatan mudik Lebaran, mengingat vaksin booster kini menjadi syarat perjalanan angkutan bebas surat antigen/PCR. “Percepatan vaksinasi booster ini bertujuan agar masyarakat bisa mudik di kampung halaman. Saya minta tolong yang belum vaksin 2 kali disegerakan, yang sudah 2 kali segera booster,” ujarnya, Selasa (29/3/2022).
Menurutnya, dalam momen mudik biasanya orang dengan usia tua kerap kedatangan tamu. Untuk itu, diharapkan para pemudik maupun lansia sudah melindungi dirinya dengan vaksin booster. “Mayoritas pemudik saat Lebaran akan menemui keluarga yang sepuh atau tua. Jadi calon pemudik diharapkan telah melakukan vaksin dosis ketiga untuk menjaga keamanan para lansia yang rentan terpapar Covid-19,” ujarnya. Dia pun mengimbau agar masyarakat yang belum menerima vaksin 1, 2 dan 3 untuk datang ke puskemas ataupun lokasi vaksin terdekat. Saat ini, katanya, stok vaksin di Jatim juga sangat melimpah.
“Sebanyak 11 kabupaten/kota di Jatim mohon dipercepat untuk ketercapaian dosis 2 agar mencapai di atas 70 persen. Sedangkan 19 kota/kabupaten juga mohon dipercepat untuk vaksin lansia agar cakupannya berada di atas 60 persen,” imbuh Khofifah. Adapun capaian vaksin dosis pertama di Jatim hingga kini tercatat sudah mencapai 29.130.807 dosis atau 91,53 persen dari target sebanyak 31.826.206 dosis, sedangkan capaian dosis 2 telah mencapai 23.983.846 atau 75,36 persen dari target. Sementara dosis 3 telah terealisasi 2.706.006 dosis atau 8,50 persen. Dari capaian di Jatim tersebut, terdapat 5 daerah dengan cakupan vaksinasi dosis 3 yang tertinggi yakni Kota Mojokerto 31,66 persen, Surabaya 25,53 persen, Kota Madiun 24,46 persen, Kota Blitar 16,99 persen, Kota Kediri 18,17 persen.
Sedangkan cakupan vaksinsi terendah di Jatim baik dosis 1, 2 dan 3 di antaranya adalah Pamekasan, Bangkalan, Sampang, Lumajang, dan Bondowoso. Cakupan vaksinasi di Jatim untuk dosis 1 dan 2 telah menduduki peringkat kedua setelah Jawa Barat. Sedangkan dosis 3, Jatim menduduki peringkat ketiga setelah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *