SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang warga melakukan kegiatan bagi-bagi takjil di jalan dan juga sahur on the road saat bulan Ramadhan. Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, alasan larangan bagi-bagi takjil di jalan dan sahur on the road karena saat ini masih masa pandemi Covid-19. Ia berharap warga mau bersabar dan tidak melakukan bagi-bagi takjil di pinggir jalan maupun sahur on the road. “Kalau ingin sedekah saat puasa, takjil, dan sahur ya melalui panti asuhan atau di tempat-tempat shelter, penampungan,” kata Eddy di Surabaya, Selasa (29/3/2022).Ia mencontohkan, bila ingin membagikan takjil maupun bantuan lain misalnya kepada ojek online, warga bisa memberikan di shelter atau terminal. “Misal mau memberikan bantuan ke ojol ya diberikan ke shelter ojol, atau mau memberikan ke pengemudi ya di terminal,” ujar dia. Eddy juga mengatakan, pembagian takjil bisa dilakukan ke panti asuhan atau komunitas dan bukan di jalanan sehingga tidak akan mengganggu lalu lintas atau menimbulkan kerumunan di jalanan. “Ya kita lakukan pengawasan, baik dilakukan Satpol PP, BPBD, termasuk kecamatan,” tutur dia. Oleh karena itu, jika nantinya ditemukan warga yang bagi-bagi takjil di jalanan, pihaknya akan langsung membubarkan. “Kami akan arahkan. Arahannya ke sana (dibubarkan) tapi kami lebih humanis dan edukatif kepada warga. Karena niatnya baik, kami edukasi dengan cara yang baik agar bisa membantu pemkot dan masyarakat Surabaya,” ucap dia.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *