Jakarta – Amerika Serikat menguji coba rudal hipersonik secara diam-diam pada pertengahan Maret lalu. Mereka merahasiakan uji coba itu agar tak memancing amarah Rusia di tengah invasi Ukraina.
Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan bahwa rudal Hypersonic Air-breathing Weapon Concept (HAWC) itu berhasil diluncurkan dari pesawat pengebom B-52 pada Maret lalu.

Menurutnya, ini merupakan kali pertama AS berhasil melakukan uji coba rudal HAWC buatan Lockheed Martin tersebut.

Pejabat itu mengatakan, AS tak mengumumkan uji coba ini agar tak memicu kemarahan Rusia.

Uji coba ini dilakukan beberapa hari setelah Rusia mengklaim menggunakan rudal hipersonik Kinzhal dalam invasinya di Ukraina.

Meski demikian, tak ada pengumuman resmi dari AS terkait uji coba rudal hipersonik HAWC demi menghindari kemarahan dari Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim, rudal itu menewaskan lebih dari 100 prajurit pasukan khusus dan “pedagang senjata asing” di sebuah pusat latihan di kota Ovruchyang berada di wilayah Ukraina utara.

“Sistem rudal Kinzhal dengan rudal balistik hipersonik menghancurkan tempat penyimpanan bahan bakar dan pelumas militer Ukraina di dekat permukiman Kostyantynivka di Mykolaiv,” demikian pernyataan Kemenhan Rusia.

Rusia menyatakan, gudang tersebut menyimpan bahan bakar untuk menyuplai kendaraan militer Ukraina yang bertugas di kawasan selatan negara itu.

Sejumlah pejabat AS menganggap remeh peluncuran rudal hipersonik Rusia itu. Menurut mereka, penembakan Kinzhal bukan “pengubah permainan.”

Namun, AS dan negara-negara Barat tetap menghindari konfrontasi langsung militer mereka dengan Rusia karena khawatir bakal memicu perang yang lebih besar berkecamuk.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *