Lamongan – Pengeroyokan antar anggota perguruan silat di Lamongan kembali terjadi. Kali ini tiga orang pelaku diamankan polisi.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Kris membenarkan pengeroyokan itu. Akibatnya dua orang menjadi korban.

Korban yakni Andre Alfiansyah (19) pelajar dan Wijayanto (18) warga Girik, Ngimbang. Sedangkan kerugian materi mencapai RP 1,7 juta.

“Korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp 1,7 juta akibat motor yang dirusak,” kata Anton, Selasa (5/4/2022).

Anton menambahkan usai pengeroyokan itu petugas mengamankan tiga pelaku. Mereka adalah Hepi (18), Ainun (22) dan Rizal (19), ketiganya pemuda asal Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang.

Saat ini pelaku masih diperiksa. Ini untuk kepentingan penyelidikan apakah ada pelaku lain yang terlibat.

“Kami sedang mengembangkan penyelidikan kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat tindak kekerasan ini,”

Anton menuturkan pengeroyokan itu terjadi hingga dua kali. Pertama pada Sabtu (2/4) dan kedua Minggu (3/4) malam.

Pada peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu dua korban pulang dari ngopi. Mereka kemudian diadang sekitar 8 orang dengan memakai sweater warna hitam.

Selanjutnya, 2 orang dari 8 orang tersebut memegang kerah baju korban kedua korban untuk kemudian menjulurkan bogem mentah pada korban Bagus sebanyak 2 kali tepat di bagian kepala.

Pelaku juga sesumbar pada korban dan dianggapnya masih anak-anak. Kemudian rombongan yang kurang lebih 8 orang itu kabur ke arah utara dengan mengendarai sepeda motor.

Dikatakan Anton, selain mengamankan 3 pelaku, petugas juga mengamankan 2 unit motor Honda Scoopy, Honda GL Max. Kemudian 1 balok kayu dan 2 batu.

Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan Pasal 170 KUHP tentang melakukan kekerasan di muka umum.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *