Bandung – Habib Bahar bin Smith didakwa menyebarkan berita bohong saat ceramah Maulid Nabi. Dalam dakwaan, disebutkan ceramah Maulid Nabi yang dilakukan Bahar tersebut ikut bawa-bawa Habib Rizieq Shihab dan insiden kematian 6 laskar FPI.
Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menyebut Bahar menjadi penceramah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Kampung Cibisoro, RT 03 RW 08 Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung pada 10 Desember 2021 lalu.

“Memeriksa dan mengadili perkaranya yang melakukan, menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja membuat keonaran di kalangan masyarakat,” ujar JPU Suharja saat membacakan dakwaan.

Bahar kemudian menyinggung soal pelaksanaan Maulid Nabi di Indonesia. Dia menyebut ada salah satu cucu Nabi yang pulang ke Indonesia justru dipenjara.

“Di negara yang kita cintai ini, tepat satu tahun yang lalu ada salah satu dari anak cucu Rasulullah yang dimana beliau kembali dari Mekkah. Beliau bikin acara Maulid, memuliakan kelahiran kakeknya, mengagungkan kelahiran kakeknya, berkumpul para ulama, para habaib di situ banyak mendapatkan ilmu, manfaat. Beliau mengungkapkan kegembiraan dengan Maulid Nabi besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam,” ujar JPU membacakan dakwaan berisi ceramah Bahar.

Bahar dalam ceramahnya itu kemudian menyinggung banyak ulama hingga ustaz dan habaib membuat Maulid Nabi.

“Salah satunya beliau. Akan tetapi beliau malah dipenjara, beliau malah ditangkap saudara-saudara. Beliau ditangkap, beliau dipenjara,” kata Bahar dalam ceramahnya yang dibacakan JPU.

“Saudara-saudara, demi Allah tidak ada dalam sejarah di dunia ini dari zaman Nabi Adam sampai sekarang tidak pernah terjadi. Hanya terjadi di Indonesia yang negara mayoritas muslim, yang mayoritas Ahlussunnah wal Jamaah ada anak cucu Rasulullah yang ditangkap, ditahan karena merayakan Maulid Nabi. Siapa beliau? Beliau Al Habib Rizieq bin Husein bin Shihab,” kata Jaksa menambahkan.

Bahar juga turut membahas soal insiden kematian enam laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab yang tewas di rest area KM 50.

“Enam pengawal beliau (Habib Rizieq Shihab) dibunuh, dibantai, dicopot kukunya, dibantai, dikuliti, kemaluannya dibakar, mereka dibikin seperti binatang saudara-saudara hanya karena Maulid Nabi Muhammad,” ujar JPU.

Menurut Jaksa, kedua narasi tersebut keliru. Sebab kenyataannya, Habib Rizieq diadili dan dipenjara atas kasus pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan dan kasus swab rumah sakit Ummi Bogor. Sedangkan terkait kematian laskar FPI, Jaksa juga menyebut pernyataan Bahar keliru lantaran fakta sebenarnya berdasarkan visum tidak ada luka akibat dibantai melainkan luka tembak.

“Sehingga ceramah terdakwa Habib Bahar berisi kebohongan atau tidak benar,” ujar JPU Suharja saat membacakan surat dakwaan dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (5/4/2022).

Jaksa juga menilai ceramah Bahar itu beraroma provokatif. Sehingga dapat menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat.

“Berdampak terhadap ceramahnya tersebut menimbulkan kegaduhan atau keonaran di kalangan masyarakat luas. Sehingga terhadap ceramah-ceramah yang disampaikan oleh terdakwa Habib Bahar berisikan kebohongan-kebohongan atau tidak benar, telah terjadi perpecahan di kalangan masyarakat,” tutur Jaksa.

Perpecahan tersebut, kata jaksa setidaknya terlihat dalam komentar di video yang diunggah oleh Tatan Rustandi terdakwa lain yang mengunggah video ceramah Bahar tersebut ke YouTube dengan akun Tatan Rustandi Channel.

“Bahwa ceramah terdakwa Habib Bahar bin Smith yang berisi berita bohong atau tidak benar bersifat sensitif dan menarik perhatian publik. Hal tersebut dapat dilihat di dunia maya berupa komentar-komentar netizen baik yang pro dan kontra,” kata jaksa.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *