Jakarta – Surat edaran yang dikeluarkan SDN Cikini 02 Jakarta Pusat (Jakpus) viral di media sosial karena berisi aturan mewajibkan seluruh siswa memakai baju muslim selama Ramadan. Pihak sekolah buka suara.
Dilihat surat itu bernomor 072/1.851.422/IV/2022. Pada poin nomor 5, terdapat kalimat ‘Seluruh siswa menggunakan baju muslim setiap hari selama bulan suci Ramadhan’.

Ketua PTM SDN Cikini 02 Ikin Waskin membenarkan surat edaran itu. Dia menyebut ada kesalahan pengetikan pada surat tersebut.

“Tujuannya mungkin salah redaksi kami dan kami juga setiap tahun menyampaikan bahwa untuk muslim pakaian muslim, karena kita ada tadarusan, ada salat dhuha, cuma memang di kata itu ‘seluruh’, sebenarnya untuk yang muslim,” kata Ikin di SDN Cikini 02, Kamis (7/4/2022).

Ikin mengatakan kesalahan tersebut telah disampaikan kepada pengawas. Dia menyebut kegiatan Ramadan hanya diikuti oleh siswa muslim saja.

“Itu sudah disampaikan dan pengawas juga masih dalam arti tidak ada masalah sebenarnya. Karena memang kegiatan di bulan Ramadan kita melakukan itu untuk yang muslim. Kalau yang muslim ada gurunya, suka ada kegiatan beda lagi, kami pisahkan,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya juga telah memberikan penjelasan kepada orang tua siswa soal kewajiban memakai baju muslim. Dia menyebut kegiatan selama ini tetap berlangsung dengan baik.

“Kemarin ada orang tua yang nanya nonmuslim ‘pakai baju gimana?’, pakai baju biasa, mohon maaf ada redaksi yang kurang tepat. Selama ini alhamdulillah baik-baik saja, kegiatan lancar,” katanya.

Guru Kelas VI, Erina, mengatakan ada kesalahan pada pengetikan surat itu. Dia menyebut tidak ada diskriminasi siswa nonmuslim.

“Iya, itu kesalahan redaksi. Kepala sekolah itu kan, ini sekolah besar, kegiatannya banyak, pada saat membuat catatan untuk diketik ke operator banyak yang dia satukan, kalau di Jakarta kan selalu mendadak. Mungkin ibu saat buat itu ketikan atau coretan ada kesalahan dan kita sebagai guru tidak mengoreksi, kita sebagai guru juga banyak kegiatannya,” katanya.

“Insyaallah di sini kita toleran, nggak ada nonmuslim yang didiskriminasi dan kita sudah membuat yang baru,” sambungnya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *