Cianjur – Seorang siswi SMP di Kabupaten Cianjur meninggal dunia diduga akibat overdosis, Selasa (12/4) malam. Bahkan siswi tersebut diduga juga menjadi korban kekerasan seksual.
Polisi pun masih menyelidiki kasus siswi SMP yang tewas usai menghadiri perayaan ulang tahun pacarnya itu.

Ini sederet fakta kasus siswi SMP yang meninggal akibat overdosis di Cianjur :

1. Tewas Akibat Overdosis

Seorang siswi SMP di Kecamatan Leles Kabupaten Cianjur meninggal dunia diduga akibat overdosis.

Kapolsek Agrabinta, Iptu Nanda Riharja, menuturkan, korban awalnya dilaporkan mengalami sakit parah dan dijemput oleh orang tuanya di rumah salah seorang teman korban di Kecamatan Agrabinta.

“Saat dijemput korban sudah dalam kondisi pucat dan lemas. Korban langsung dibawa ke puskemas, tetapi setelah beberapa jam menjalani perawatan, korban meninggal dunia,” ujar dia.

Nanda menuturkan, dari pemeriksaan di puskesmas, korban diduga meninggal akibat overdosis. Namun belum dipastikan apakah akibat terlalu banyak menenggak miras atau obat terlarang.

“Dugaan sementara akibat overdosis, tapi apakah akibat miras, obat terlarang, atau hal lainnya kita belum bisa pastikan. Masih harus pemeriksaan mendalam dan penyelidikan lebih lanjut,” kata dia.

2. Hilang Semalaman usai Hadiri Ulang tahun Pacar

Siswi SMP di Cianjur yang tewas akibat overdosis sempat hilang semalaman. Informasi yang dihimpun detik.com, siswi yang duduk di bangku kelas 3 itu berangkat dari rumahnya di Kecamatan Leles pada Senin (11/4) malam bersama teman perempuannya.

Semalaman tak pulang dan tanpa kabar keluarga, kabar keberadaan gadis tersebut didapat keluarga pada Selasa (12/4) siang.

“Pada hari Selasa, keluarga mendapatkan kabar jika anaknya berapa di rumah temannya di Agrabinta, perbatasan dengan Kabupaten Sukabumi,” ungkap Kapolsek Agrabinta Iptu Nandi.

Menurutnya, pada Senin malam, korban diketahui berangkat dari rumah menuju Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi untuk merayakan ulang tahun padarnya.

“Malam itu sengaja keluar untuk memberikan kejutan dan merayakan ulang tahun pacarnya di Tegalbuleud,” ucap dia.

3. Diduga jadi Korban Kekerasan Seksual

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan siswi SMP yang meninggal akibat overdosis diduga juga menjadi korban kekerasan seksual.

Doni menyebut jika terdapat luka pada kelamin korban. Bahkan ditemukan juga cairan di kelaminnya.

“Iya diduga mengalami kekerasan seksual, selain mengalami overdosis. Tapi masih harus dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan tersebut, terutama pelakunya dan berapa orang yang melakukannya,” kata dia.

4. Polisi Amankan Pacar dan Teman Siswi SMP

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan polisi mengamankan dua orang, yakni pacar dan teman siswi yang meninggal akibat overdosis.

Menurutnya kedua orang yang masih berstarus saksi itu menjalani pemeriksaan intens di Mapolsek Agrabinta.

“Betul diamankan dua orang, yakni pacar dan seorang teman korban. Kita periksa keduanya terkait kasus kematian siswi SMP tersebut. Tapi statusnya masih sebagai saksi,” kata dia.

Menurutnya polisi juga menyelidiki lebih lanjut terkait dugaan kekerasan seksual yang dialami korban. “Karena ditemukan indikasi adanya kekerasan seksual juga, makanya kita periksa soal dugaan overdosis karena apa dan terkait kekerasan seksualnya,” pungkasnya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *