Aceh – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyerahkan bantuan sosial minyak goreng hingga program keluarga harapan (PKH) kepada masyarakat Aceh. Ma’ruf berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat.
Penyerahan bantuan secara simbolis itu berlangsung di Balai Loka Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (LRSAMPK) Darussa’adah Aceh, Desa Tingkem, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (14/4/2022).

Sebesar Rp 31.707.575.000 bansos diberikan kepada 83.396 penerima manfaat di Kabupaten Aceh Besar. Sementara di Banda Aceh sendiri sebanyak Rp 8.085.722.000 kepada 21.900 penerima manfaat.

Bantuan itu terdiri dari bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng, program keluarga harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Asistensi Rehabilitasi Sosial (Antensi). Sebanyak 10 orang menerima secara simbolis pada acara ini.

Ma’ruf mengatakan situasi global saat ini mempengaruhi ekonomi Indonesia hingga berdampak ke masyarakat. Dia berharap bantuan sosial mampu meringankan beban masyarakat.

“Bantuan-bantuan, seperti yang di sini yaitu BLT minyak goreng, PKH, bantuan kepada disabilitas untuk meringankan beban mereka, karena situasi yang kita hadapi sekarang ini, terjadinya fluktuasi harga akibat dari pada situasi global dan juga perubahan iklim sehingga semua menjadi terdampak di seluruh dunia termasuk kita Indonesia,” kata Ma’ruf usai menyalurkan bansos.

Ma’ruf menyebut pemerintah mempunyai perhatian untuk menebalkan perlindungan sosial kepada masyarakat dengan ekonomi lemah. Selain itu, kata Ma’ruf, pemerintah juga terus berupaya memperbaiki situasi ekonomi dan mengendalikan harga bahan pokok.

“Karena itu juga Indonesia punya perhatian kepada memperbesar kita dan menebalkan upaya tersebut sebagai perlindungan sosial kepada masyarakat yang rendah. Itu yang dilakukan pemerintah di samping mengendalikan situasi supaya dampak itu tidak terlalu besar,” katanya.

Ma’ruf mengatakan pemerintah terus berupaya untuk mengendalikan harga bahan pokok. Utamanya menjelang lebaran 2022 ini.

“Bisa segiat mungkin kita melakukan langkah-langkah antisipasi untuk mengendalikan harga di masyarakat terutama menjelang lebaran, yang memang biasanya ada kenaikan tapi ada dampak kemudian menjadi lebih besar, maka kemudian perlindungan sosialnya kita berikan kepada masyarakat,” lanjutnya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *