Makassar – Sopir truk bernama Rahman (28) dan Firman (41) ditangkap polisi atas kasus penyerangan bus Trans Mamminasata di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tampang pelaku yang semula garang saat beraksi berubah menjadi murung saat diciduk.
Aksi Firman dan Rahman itu awalnya viral di media sosial karena direkam video oleh penumpang saat melakukan perusakan bus, Senin (18/4). Aksi anarkis merusak bus Trans Mamminasata tersebut seketika membuat keduanya jadi buronan polisi.

Setelah menerima laporan dari sopir bus dan melakukan penyelidikan, polisi kemudian menangkap Rahman pada Kamis (21/4) pagi tadi. Rahman diringkus Tim Jatanras Polrestabes Makassar lalu digelandang ke Polsek Biringkanaya.

“Pelaku yang ditangkap Rahman. Sementara satu pelaku yang berkaus oranye dan memakai tutup kepala (Firman) seperti dalam video viral masih dalam pencarian,” ungkap Kapolsek Biringkanaya Kompol Alimuddin.

Setelah Rahman tertangkap, Firman juga ikut diciduk polisi pada Kamis (21/4). Firman menyerahkan diri ke kantor polisi setelah aparat melakukan upaya persuasif ke keluarga pelaku.

“Jadi sudah lengkap, dua-duanya sudah ditangkap,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya Iptu Nurman Matasa kepada detikSulsel, Kamis (21/4) malam.

Tampang Firman dan Rahman yang Murung Usai Diciduk
Polisi menunjukkan tampang Firman dan Rahman yang tertangkap. Seperti diketahui, kakak beradik ini begitu garang saat menyerang bus Trans Mamminasata.

Keduanya tampak tak ada takutnya karena berusaha menyerang sopir bus bernama Randi. Pelaku juga melakukan perusakan kaca dan bodi bus menggunakan batu.

Saat ditangkap, keduanya hanya bisa terdiam dan murung. Terlihat tampang pelaku Rahman yang mengenakan baju berwarna biru dan songkok Bugis dengan tatapan kosong setelah tertangkap.

Sementara sang kakak, Firman juga hanya bisa terdiam saat sudah tertangkap. Firman bahkan terlihat menunduk ketakutan di kantor polisi.

Padahal aksi garang Firman memecahkan kaca bus Trans Mamminasata menggunakan batu sempat membuat para penumpang bus histeris karena ketakutan. Sopir bus juga langsung memacu kendaraannya agar pelaku tak semakin membabi buta.

Penyerangan Bus karena Masalah Sepele
Polisi mengatakan, aksi kakak beradik itu menyerang bus sebenarnya disebabkan masalah sepele. Keduanya tak terima disalip di jalanan sehingga mengejar dan melakukan penghadangan.

Setelah menghadang bus, pelaku turun dari kendaraan dan langsung melakukan aksi perusakan. Pelaku menghancurkan kaca bus Trans Mamminasata sebanyak 1 kali.

“Setelah menyalip, bus Trans Mamminasata yang berada di depan kendaraan pelaku tiba-tiba mengerem mendadak sehingga membuat pelaku kaget. Pelaku yang kesal kemudian mengejar dan menghadang bus,” kata Kompol Alimuddin.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *