Cirebon – Aryanto Misel (67) berinovasi menciptakan alat pengonversi air (H2O) menjadi hidrogen (H2) yang bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk kendaraan bermotor.
Warga Lemahabang Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon itu mengatakan jika alat buatannya yang diberi nama Nikuba telah dipasang di sebanyak 31 unit kendaraan motor dinas milik TNI.

Sebanyak 30 unit Nikuba dipasang di kendaraan motor dinas milik TNI dari Kodam III/Siliwangi, sementara 1 unit lagi dipasang di kendaraan motor dinas milik TNI dari Koramil Lemahabang.

Saat ini, Aryanto bahkan mengaku alat buatannya itu sedang dipesan oleh Kodam III /Siliwangi dalam jumlah yang cukup besar, yakni 10.000 unit.

“Kalau legalitasnya sudah keluar semua, ini sebenarnya pemesanannya sudah banyak. Dari Kodam III/Siliwangi kurang lebih 10.000 unit,” kata Aryanto kepada detikjabar di Cirebon, Rabu (27/4/2022).

Adapun cara kerjanya, menurut Aryanto, Nikuba buatannya memiliki fungsi memisahkan antara hidrogen (H2) dan oksigen (O2) yang terkandung dalam air (H2O) melalui proses elektrolisis.

“Air yang dimasukkan ke dalam alat ini akan dielektrolisis. Air yang telah dimasukkan nantinya akan terpecah menjadi hidrogen (H2) dan oksigen (O2),” ujarnya.

Hidrogen yang telah dihasilkan melalui proses elektrolisis tersebut kemudian dialirkan ke ruang pembakaran mesin kendaraan bermotor sebagai bahan bakar. Sementara oksigennya akan kembali dielektrolisis menjadi Hidrogen dan dialirkan lagi ruang pembakaran mesin kendaraan.

Menurut Aryanto, untuk sekitar 1 Liter air yang sudah dikonversi menjadi hidrogen melalui alat Nikuba ini mampu membuat kendaraan bisa menempuh perjalanan dari Cirebon ke Semarang, pulang-pergi.

Hanya saja, kata dia, air yang bisa dikonversi menjadi hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan bermotor, hanyalah air yang sudah tidak memiliki kandungan logam berat.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *