JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada Mei 2022 mencapai 0,40 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Jika dirinci, inflasi tahun kalender 2022 sebesar 2,56 persen sedangkan inflasi tahunan mencapai 3,55 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan beberapa penyumbang inflasi adalah tarif angkutan udara, harga telur ayam ras, ikan segar, dan bawang merah.

Dia menambahkan inflasi secara tahunan yang mencapai 3,55 persen merupakan yang tertinggi sejak Desember 2022. Sebelumnya, ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan inflasi pada Mei 2022 naik sebesar 0,43 persen secara bulanan. Menurutnya, hal tersebut terutama didorong oleh faktor musiman libur Lebaran yang meningkatkan harga makanan, transportasi, restoran dan rekreasi.

Di lain sisi, Faisal memprediksi inflasi akan meningkat secara substansial dan fundamental di semester II/2022. Tekanan inflasi pada 2022 cenderung meningkat akibat demand-pull inflation di tengah percepatan pemulihan ekonomi, berkat mobilitas masyarakat yang meningkat seiring dengan pelonggaran PPKM.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *