Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap kemungkinan penularan cacar monyet yang kini merebak di banyak negara sebenarnya sudah lama terjadi namun tak terdeteksi selama beberapa waktu. Beberapa pakar meyakini, di luar Afrika yang endemik, penyakit ini sebenarnya sudah merebak selama beberapa tahun terakhir di negara-negara lain.

Penelitian oleh ilmuwan Institut Biologi Evolusioner di Universitas Edinburgh yang dipublikasikan pekan ini mengkaji pola genetik virus cacar monyet. Menurutnya, telah terjadi penularan berkelanjutan dari manusia ke manusia lainnya sejak 2017.

Dalam penelitian itu disebutkan, urutan genetik menunjukkan kasus cacar monyet pertama pada tahun 2022 diturunkan dari wabah yang mengakibatkan kasus di Singapura, Israel, Nigeria, dan Inggris dari 2017 hingga 2019.

Di sisi lain, profesor epidemiologi di UCLA Fielding School of Public Health, Anne Rimoin, telah mempelajari penyakit cacar monyet selama sekitar dua dekade. Ia memperingatkan, penyebaran cacar monyet di negara yang sebelumnya sudah hidup dengan cacar monyet sebagai penyakit endemik seperti Republik Demokratik Kongo bisa berimbas pada kesehatan global.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *