Jakarta – Salah satu alasan Majelis Kehormatan Partai (MKP) Gerindra memecat M Taufik ialah kekalahan Prabowo Subianto di Jakarta pada Pilpres 2019. Rival Prabowo dan Sandiaga Uno, yaitu Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, menang di Jakarta, yang notabene gubernurnya, Anies Baswedan, diusung Gerindra bersama PKS.
Berdasarkan data pemberitaan detikcom yang dikutip Selasa (7/6/2022), Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi bersaing ketat di Ibu Kota. Jokowi-Ma’ruf mengungguli Prabowo-Sandi dengan selisih 213.410 suara. Dengan demikian Prabowo-Sandi kalah dengan Jokowi-Ma’ruf di Jakarta pada saat itu.

MKP Gerindra menjelaskan salah satu alasan memecat M Taufik adalah catatan kekalahan pada Pilpres 2019. Selain itu, pemecatan ini terkait dengan kasus korupsi yang sedang diperiksa KPK.

Wihadi memimpin sidang berujung keputusan pemecatan M Taufik hari ini. Wihadi menyebut sidang ini merupakan kelanjutan sidang pada Februari lalu dan kembali digelar karena M Taufik dianggap menyalahi hasilnya. Lebih lanjut Wihadi juga mengungkit kondisi DPD Gerindra DKI di zaman M Taufik, terutama soal kantor. M Taufik memimpin DPD Gerindra DKI sebelum digantikan Ahmad Riza Patria yang juga menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. Proses pemecatan M Taufik disebut dilakukan secara prosedural yang membutuhkan waktu lama. Sidang pada 21 Februari lalu disebut sebagai pembinaan terhadap M Taufik sebelum akhirnya mantan pimpinan DPRD DKI Jakarta itu dianggap menyalahi dan tidak loyal.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *