Jakarta – Pemerintah mulai khawatir penyakit mulut dan kuku (PMK) berdampak pada ekonomi Indonesia. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso berharap kasus PMK tak sampai berdampak pada ekspor produk hortikultura negara.
“PMK ini cukup serius kalau enggak dampaknya ke ekonomi, bukan hanya masalah, bisa jadi nanti misalkan produk hortikultura kita pada ekspor dianggap bisa menjadi media pembawa dan dampaknya (PMK) bisa kemana-mana, sehingga kita serius tangani ini,” ujarnya kepada wartawan saat di Kantor Kemenko Perekonomian.

Untuk itu, pemerintah berencana akan membentuk satuan tugas (satgas) penyakit mulut dan kuku hingga ke pemerintah daerah. Sementara sebelumnya, satgas PMK ini telah dibuat tetapi anggotanya baru dari jajaran Kementan.

Pak Menko menyampaikan ke pak Mentan, dan Kemendagri, serta gubernur bupati walikota kita akan melakukan penanganan di tingkat mikro seperti PPKM, nanti akan ada satgas PMK sampai ke tingkat kecamatan desa.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *