JAKARTA – Nilai tukar rupiah diprediksi cenderung tertekan oleh penguatan dolar AS pada perdagangan awal pekan ini, Senin (13/6/2022). Pada pekan lalu, Jumat (10/6/2022) pukul 15.00 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat 0,09 poin atau 13,5 persen ke Rp14.553 per dolar AS bersama dengan penguatan mayoritas mata uang Asia lain. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam dalam riset harian dikutip Senin (13/6/2022) menyebutkan bank sentral AS pekan ini akan mengumumkan kenaikan suku bunga 50 basis poin kedua dari tiga kali berturut-turut, yang telah mendorong lonjakan dolar dalam beberapa bulan terakhir.Untuk itu, pemerintah memandang Indonesia memerlukan proses pengembangan industri pengolahan dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi.

Adapun, sebelum pandemi Covid-19, Bappenas memperkirakan Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah pada 2036 dengan pertumbuhan ekonomi setidaknya 5,7 persen per tahun sejak 2015. Hanya saja target Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2036 harus tertunda karena penyebaran pandemi covid-19 yang menyebabkan ekonomi terkontraksi pada 2020. Untuk perdagangan Senin, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.540 – Rp14.600.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *