JAKARTA – Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization of the United Nation/FAO) disebut akan mengirim bantuan 10.000 vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke Indonesia. Namun, hingga saat ini belum ada nota kesepahaman (MoU) terkait kesepatakan tersebut. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Kerja Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan jajarannya di Kementerian Pertanian bersama Komisi IV DPR RI, Senin (13/6/2022). Dalam raker tersebut, Ketua Komisi IV Sudin menanyakan mengenai kepastian bantuan vaksin PMK dari FAO. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nasrullah mengatakan, 10.000 dosis vaksin PMK akan diambil dari Vietnam. Dia mengaku pihaknya sudah bertemu dengan perwakilan FAO di Indonesia pada Jumat (10/6/2022).

Kemudian, Sudin menanyakan mengapa MoU bantuan vaksin PMK dari FAO tersebut belum ada hingga saat ini.Sudin pun kemudian menanyakan, dari mana anggaran untuk pembelian vaksin PMK. Diberitakan sebelumnya, data Kementerian Pertanian per 2 Juni 2022 menunjukkan bahwa 57.732 hewan ternak mengalami sakit dengan gejala PMK di 127 kabupaten dan kota di 18 provinsi. Sebagian telah terkonfirmasi positif terinfeksi PMK, sedangkan sebagian lainnya masih berstatus suspek. Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE) menyatakan bahwa hewan-hewan yang tertular PMK harus dilakukan pemusnahan. Akan tetapi, beberapa pihak menilai konsep yang diadopsi oleh negara-negara maju ini tidak bisa diadopsi di Indonesia karena terkendala anggaran.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *