Jakarta – Majelis hakim Pengadilan Tipikor mengungkapkan peran mantan pramugari Siwi Widi Purwanti terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan pegawai Ditjen Pajak Wawan Ridwan. Hakim menyebut Siwi Widi mendapat uang dan fasilitas jalan-jalan ke luar negeri.
Awalnya, hakim menyatakan Wawan terbukti melakukan TPPU di mana uangnya itu ditempatkan di rekening bank atas nama M Farsha Kautsar, yang merupakan anaknya. Wawan disebut kerap membeli barang mewah seperti mobil dan jam tangan.

Hakim meyakini barang-barang mewah yang diberi Farsha itu berasal dari uang suap dan gratifikasi yang diterima Wawan Ridwan dari wajib pajak. Hakim juga menyebut Farsha menggunakan uang untuk membeli tiket perjalanan ke luar negeri.

Hakim juga mengatakan Farsha mentranfser uang ke Siwi Widi senilai Rp 647 juta. Uang itu dikirim secara bertahap sebanyak 21 kali. Meski begitu, hakim mengatakan uang Rp 647 juta itu sudah dikembalikan ke KPK. Hakim juga menyebut Farsha mentransfer uang ke pacarnya Adinda Rana Fauziah senilai Rp 39 juta dan ke Bimo Winata senilai Rp 296 juta, Farsha juga mentransfer uang ke keluarganya melalui rekening Mandiri yang dinyatakan hakim dari pemberian suap senilai Rp 509.108.000.

Hakim menyatakan Wawan Ridwan bersama Farsha telah melakukan TPPU. Hakim mengatakan kesimpulan ini didapat dari barang bukti yang ada di persidangan.

Dalam sidang ini, Wawan Ridwan divonis 9 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Hakim meyakini Wawan bersalah menerima suap, gratifikasi, dan melakukan TPPU.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *