JAKARTA – Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Norpyansah Yosua Hutabarat atau Brigadi J. Dalam perjalanan kariernya, Ferdy Sambo pernah terlibat dalam beberapa kasus, antara lain penyelidikan kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung.

Berikut kilas balik peristiwa tesebut, dari kronologi hingga penetapan pidana sejumlah terdakwa :

  1. Kronologi Kejadian

Terjadi kebakaran Gedung Kejaksaan Agung yang terletak di Jalan Sultan Hasanudin Dalam Nomor 1, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 22 Agustus 2020. Tujuh lantai gedung tersebut dilalap api pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Berdasarkan informasi, api bermula dari lantai 6 gedung utama sisi utara, kemudian menjelar ke lantai 5 dan 4. Tdak ada korba jiwa dalam peristiwa kebakaran itu.

2. Ada tindakan pidana

Kepala Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim Polri saat itu, Komisaris Jendral Listyo Sigit Prabowo menyatakan peristiwa kebakaran tersebut masuk ke dalam peristiwa pidana. Kesimpulan itu didapat dari beberapa temuan di lokasi kejadian, serta pemeriksaan terhadiap 131 orang saksi. Status kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung itu pun dinaikkan dari penyelidikan ke penyelidikan.

3. Dugaan awal penyebab kebakaran

Dugaan penyebab sementara kebakaran terjadi disebabkan oleh nyala open flame atau api terbuka. Dari hasil penyidikan, polisi menyimpulkan tidak menemukan unsur kesengajaan dalam kasus yang menyebabkan kerugian Rp 1,12 triliun itu.

Kesimpula terkait penyebab kebakaran tersebut didapatkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak 6 kali. Api diduga berasal dari dari ruang rapat biro kepegawaian di lantai enam gedung utama, dan kemudian menjalar ke ruangan lain. Api cepat menyebar karena adanya akseleran pada lapisan luar gedung, serta ada beberapa cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon.

4. 11 orang ditetapkan sebagai tersangka

Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung. Menurut Ferdt Sambo, delapan tersangka  itu terdiri dari lima tukang. Lima di antaranya merupakan buruh bangunan berinisial S, H, T, K, dan IS serta satu mandor bangunan berinisial UAM Dua lainnya yaitu RS, Dirut perusahaan pembersih lantai ilegal NH sebagi Kasubbag Sarpas dan penjabat pembuat komtmen Kejaksaan Agung.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, tersangka bertambah menjadi 11 orang. Tiga lainnya yaitu MD sebagai peminjam bendera perusahaan PT APM, JM selaku konsultan pengadaan Aluminium Composite Panel (ASP) 2019 merangkap Direktur pabrik penyedia ACP merek Seven, serta tersangka IS sebagai PPK Kejagung pada 2019.

5. Penyebab kebakaran menurut penyelidik

Ferdy Sambo menjelaskan, api bermula di gedung utam dari Aula Biro Kepegawaian di lantai enam. Lima tukang yang mengerjakan proyek di aula tersebut merokok. Kemudian bara api dari rokok menjadi penyebab awal timbulnya kebakaran. Apalagi, di lokasi itu, banyak bahan-bahan mudah terbakar.

6. Lima orang ditetapkan sebagai terdakwa

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis terhadap kelima terdakwa kasus Gedung Kejaksaan Agung Kebakaran itu. Mereka dijatuhi kuman 1 tahun penjara. Kelimanya adalah Sahrul Karim, Karta, Tarno, dan Halim serta Imam Sudrajat.

 

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *