BATU – Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) diperuntukkan untuk rumah tangga tidak mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), berdomisili di daerah 3T dan atau memenuhi kriteria sebagai calon penerima BPBL yang divalidasi oleh kepala desa/lurah atau pejabat yang setara.

Kegiatan yang berlandaskan Peraturan Menteri ESDM nomor 3 tahun 2022 tentang Bantuan Pasang Baru Listrik Bagi Rumah Tangga Tidak Mampu ini akan menyasar sebanyak 80.000 rumah tangga tidak mampu belum berlisrik di seluruh Indonesia. Di Jawa Timur sendiri tercatat sebanyak 15.552 rumah tangga tidak mampu yang akan diberikan bantuan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Keternagalistrikan, Ida Nuryatin Finahari memaparkan dalam program Bantuan Pasang Baru Listrik, pemerintah akan membantu pembiayaan pemasangan instalasi listrik rumah, biaya Sertifikasi Laik Operasi (SLO), hingga Biaya Penyambungan Baru (BP) serta pengisian token listrik perdana.

“Program (BPBL) ini menggunakan APBM Tahun Anggaran 2022 merupakan bukti negara hadir dalam upaya peningkatan rasio elektrifikasi untuk memenuhi target 100%. Semoga dengan bantuan ini, masyarakat tidak mampu mendapatkan akses listrik yang andal, aman, dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” pungkas Ida.

Senada, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Lasiran menyatakan, program BPBL merupakan salah satu upaya peningkatan rasio elektrifikasi di Jawa Timur yang saat ini mencapai 99,2%. Secara bertahap, sebanyak 3.178 keluarga prasejahtera yang tersebar di Bojonegoro, Jember, Madiun, Malang dan Ponorogo akan mendapat bantuan pasang baru listrik gratis dari program pada Agustus ini.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *