Surabaya, – Mahasiswa di Surabaya ikuti simulasi Tanggap Darurat Bencana. Kegiatan ini di gelar oleh Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur

Ditemui di sela kegiatan, Miftahul Khoiroh, Dekan Fikes Unitomo menerangkan kegiatan simulasi bertujuan untuk mahasiswa agar siap menghadapi dan menjadi bagian relawan saat terjadi bencana.

“Simulasi ini kami mulai tanggal 29 Agustus lalu, dan saat ini simulasi untuk tanggap darurat dengan tingkat bencana yang cukup dahsyat hingga menimbulkan banyak korban”, jelasnya.

Miftah menambahkan, peserta simulasi sebagian besar dari prodi D3 Teknologi Bank Darah (TBD), baik dari semester 6 hingga mahasiswa baru. Mengingat dalam kurikulum yang ada telah dimasukkan mata kuliah Tanggap Bencana.

“Hal ini agar mahasiswa TBD bisa in charge dengan situasi-situasi seperti ini, mengingat ke depan tenaga mereka sangat dibutuhkan. Kami bersama PMI Kota Surabaya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan diri serta memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh setiap mahasiwa. Diharapkan dengan diadakannya kegiatan simulasi ini dapat memudahkan dalam menjalankan tugas yang telah diberikan dan bisa saling kerja sama tim”, imbuhnya.

Sementara itu Agung, Koordinator Simulasi Tanggap Darurat Bencana menjelaskan, secara teknis peserta akan diberikan gambaran mengenai antisipasi apabila terjadi bencana, melatih tanggap bencana, hingga membedakan kategori pasien.

“Jadi kategorinya ada darurat dengan warna kuning, gawat darurat dengan warna merah, meninggal dengan warna hitam, atau luka ringan yang bisa dibilang tidak gawat darurat dengan warna hijau. Dengan demikian kami bisa Tangguh dalam menghadapi bencana”, jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *