SURABAYA – Ajeng Ayunda Putri (33) sebagai perwakilan dari 17 korban tragedi perosotan Kenjeran Park sepakat untuk mencabut laporan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak atas kasus dugaan kelalaian yang dilakukan oleh manajemen.

Didampingi dengan kuasa hukumnya, Putri sebagai perwakilan korban dari kasus jebolnya seluncuran Kenjeran Water Park mendatangi Polres Pelabuhan Tanjung Perak dengan membawa surat kuasa dari para korban untuk mencabut laporan, Rabu kemarin sore (31/8/2022).

“Ini bukan hanya saya saja, tapi semua korban. Membuat surat pernyataan untuk mencabut laporan tersebut,” jelasnya.

Pencabutan laporan tersebut dikarenakan pihak Kenjeran Park sudah bertanggung jawab dengan memberikan biaya perawatan dan santunan kepada para korban.

“Pihak Kenpark sudah bertanggung jawab dan membantu semua korban,,” ungkapnya.

Selain biaya pengobatan, korban juga mendapat santunan dimana antara satu orang dengan yang lain berbeda-beda nominalnya.

“Ada korban yang merupakan kepala rumah tangga, ia dijanjikan akan diberi pekerjaan,” ujarnya.

Keseriusan tanggung jawab pihak Kenpark kepada korbannya itu terlihat saat pihak kenpark menghubungi para korban menanyakan kondisi pemulihan pasca kecelakaan tersebut.

“Alhamdulillah semua sembuh, bahkan tiap Minggu kami dihubungi untuk mengetahui keluhan kami,” jelasnya.

Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menetapkan pemilik Kenjeran Park, Soetiadji sebagai tersangka dalam peristiwa ambrolnya perosotan yang menyebabkan 17 orang luka-luka pada Sabtu (07/05/2022) lalu. Selain Soetiadji, polisi juga menetapkan 2 tersangka lainnya yakni SB selaku Manajer Operasional dan PS selaku General Manager.

Soetiadji membenarkan bahwa dirinya merupakan penetapan tersangka usai dihubungi wartawan via telepon. baginya permasalahan ini tidak jelas karena musibah ini tidak bisa dilihat dari alatnya saja (perosotan). Menurutnya, polisi harus menyelidiki kenapa dalam satu titik perosotan bisa terjadi 17 orang yang menumpuk di satu titik.

“Buat saya masalahe gak jelas, musibah itu sudah terjadi, tidak ada satupun orang berharap adanya musibah. Yang penting harus didalami penyebab nya musibah itu apa, tidak bisa dipikir hanya karena alat. Sementara dari gm, operator itukan karena overload,” ujar Soetiadji.

Menurut Soetiadji, pihaknya telah merawat perosotan itu dengan baik.Ia juga menjelaskan bahwa struktur dari perosotan yang ia beli berasal dari Kanada pada tahun 2000’an. Menurutnya, perosotan itu terbuat dari bahan fiber dengan potongan-potongan yang disusun sedemikian rupa. Di tengah-tengah potongan tersebut terdapat silikon yang berfungsi untuk mencegah air bocor.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *