Surabaya РKomisi B DPRD Kota Surabaya persoalkan rencana relokasi pedagang Pasar Krempyeng di RW 3 Kutisari ke Pasar Rakyat di Kutisari Indah Utara, Surabaya yang belum terlaksana.

Sekretaris Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Surabaya, Mahfudz mengatakan sudah sebulan dari perencanaan awal namun sampai sekarang belum juga terlaksana.

Pihaknya sudah menghubungi Camat Tenggilis Mejoyo dan ternyata pihak kecamatan masih melakukan proses verifikasi para pedagang yang nantinya akan masuk ke pasar rakyat.

Mahfudz menambahkan bahwa rencana relokasi ini dapat mengembalikan fungsi jalan yang selama ini terganggu akibat adanya aktivitas Pasar Krempyeng.

Selain itu juga, sebagian besar pedagang membuka lapak di atas saluran air dan mengganggu beberapa rumah yang ada di sepanjang jalan.

Ia juga memberikan saran apabila pihak kecamatan dan kelurahan tidak bisa merelokasi Pasar Krempyeng, mereka bisa meminta bantuan kepada Satpol PP Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengimbau para camat dan lurah untuk melakukan patroli rutin di masing-masing kelurahan untuk mencegah PKL yang berjualan di atas saluran air.

Eri Cahyadi ingin agar wilayah di sekitar Kampus Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) dan Sentra Digital Kuliner (SDK) Telkom Ketintang tidak ada PKL yang berjualan karena dapat menggangu pedagang yang ada di SDK.

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya, Devri Afrianto mengatakan bahwa pasar rakyat tersebut dibangun khusus oleh Pemkot 5 tahun yang lalu untuk merelokasi para pedagang Pasar Krempyeng di RW 3 dengan daya tampung sekitar 150 pedagang.

Devri menambahkan bahwa pihaknya sudah memberikan sosialisasi terkait pendaftaran para pedagang yang ingin berjualan di pasar rakyat dan tidak ada biaya karena semua sudah ditanggung oleh Pemkot.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *