Surabaya – Sebanyak 464 mahasiswa dari 41 universitas di seluruh Indonesia turut membantu pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di kantor kecamatan dan kelurahan yang ada di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Ratusan mahasiswa tersebut mengikuti Program Magang dan Studi Independent Bersertifikat (MSIB) serta Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka Administrasi Kependudukan (MBKM-A). Salah satu tujuan dari program tersebut adalah membantu proses pengurusan dan pendataan adminduk di tingkat kelurahan dan kecamatan, di Kota Surabaya.

Pada kesempatan itu, Eri Cahyadi sebagai Wali Kota Surabaya berharap dengan hadirnya para mahasiswa di tingkat kecamatan dan kelurahan, dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan Pemkot Surabaya.

“Saya berharap adik-adik bukan hanya melakukan secara administrasi saja, tetapi bisa juga melihat menyempurnakan dan menambahkan pelayanan adminduk agar lebih baik,” kata Eri saat apel pelepasan ratusan mahasiswa di Taman Surya, Surabaya, Kamis (31/8/2022) kemarin.

Menurutnya, masih ada keluhan dan temuan di lapangan soal kesulitan mengurus KTP hingga saat ini. Eri berharap para mahasiswa yang mengikuti program MSIB dan MBKM-A pada tahun ini dapat memberikan masukan kepada Dispendukcapil agar pelayanan permohonan pembuatan KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran dan adminduk lainnya, bisa selesai tepat waktu.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan bahwa ratusan mahasiswa universitas tersebut merupakan bagian dari penguatan pelayanan adminduk di Kota Surabaya dalam lima bulan ke depan, mulai dari bulan September – Desember 2022.

Ia juga menambahkan bahwa para mahasiswa telah mendapatkan bimbingan dimulai dari cara berkomunikasi dengan warga, cara melayani dengan baik dan diberitahu alur pengurusan adminduk di Kota Surabaya sebelum turun ke kecamatan dan kelurahan.

“Nanti ada penilaian juga, bagaimana mereka memberikan pelayanan dan cara menyampaikannya kepada warga. Sebelumnya juga sudah disepakati bersama dengan masing-masing universitas,” ungkap Agus Imam Sonhaji.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *