Perkembangan terbaru proses hukum dugaan korupsi anggaran makanan dan minuman (mamin) untuk pengamanan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, tahun 2018.  Dua tersangkanya dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) Situbondo, Kamis malam (1/8). Dia yang berinisial MS, 63, mantan Kasatpol PP  Kabupaten Situbondo dan TY 31, Diriktur CV Cahaya Mulya.

Informasi ini, dua tersangka diduga menyalahgunakan dana mamin yang dikelola oleh Satpol PP dengan total anggaran Rp 428 juta lebih. Menurut Kasipidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo, Nyoman Wasita Triantara, dua tersangka diduga sudah memanipulasi pemberkasan.

Disebutkan, dana sebesar Rp 428 juta dianggarkan untuk memberi makan dan minum Satlinmas  (satuan perlindungan masyarakat) yang melakukan penjagaan selama pelaksanaan Pilgub Jatim 2018. Proyek tersebut dikontrakkan kepada CV Cahaya Mulya yang diwakili TY.

Perikatan kontrak dilakukan selama 23 hari. Terhitung sejak 05 Juni 2018 sampai tanggal 28 Juni yang lalu. Diduga  CV pelaksana tidak pernah melakukan pengadaan mamin sebagaimana sesuai dengan kontrak. Sehingga, pekerjaan tersebut dianggap fiktif.

Selain itu juga, MS si pelaku yang ditunjuk sebagai PPK juga tidak melakukan pengawasan dan pengendalian. Sehingga hal ini menyebabkan terjadinya perbuatan melawan hukum dengan cara menyalahgunakan jabatan dan juga mengakibatkan kerugian yang harus ditanggung oleh negara.

Kasipidsus menyebutkan akibat perbuatan dua tersangka negara mengalami kerugian cukup besar. “Kerugian meteriil kurang lebih Rp 381 juta lebih,” cetus Wasita, kemarin (2/8)

Kasus ini awalnya ditangani Polda Jatim. Begitu dinyatakan P.21, Kajati Jawa Timur melimpahkan perkara  ke Kejari situbondo. Alasannya, kerena kasus korupsi terjadi di Kabupaten Situbondo. “Jadi, penanganan awalnya di Polda Jatim, kemudian dilimpahkan ke kejati, dan kejati melimpahkan ke Kejari Situbondo. sesuai dengan lokusnya,” imbu Wasita.

Kata Kasipidsus, MS dan TY ditahan di Rutan Situbondo selama 20 hari ke depan. Setelah itu, kasusnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk disidangkan.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *