Pada 19 Agustus Bus Trans Jatim diresmikan, Hal ini membuat banyak Masyarakat di Gresik yang ingin mencoba bus tersebut. Bahkan ada sebagian masyarakat yang tinggal di Gresik bekerja di Surabaya mengaku merasakan manfaat positif dari keberadaan bus tersebut.

Akan tetapi, belakangan ini ada komplain dari salah satu pengguna yang merasa dirugikan dengan perubahan rute bus yang secara mendadak berubah melewati jalur yang macet dikawasan Waru Sidoarjo. Hal ini dikeluhkan pengguna Bus Trans Jatim warga Gresik Hamidi melalui media sosial.

Hamidi mengaku sudah menyampaikan ke akun Instragam Bus trans Jakarta Jatim bahwasanya Ia merasa perubahan ini yang berubah secara mendadak tidak perlu dilakukan, karena ada selisih 10 menit lebih lambat yang akan merugikan para pengguna. Namun hal itu masih belum ada respon.

Ketua Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan JATIM Agus Muttaqin memandang apa yang dikeluhkan pengguna  itu menunjukan bahwa ada unsur pelayanan publik yang harus diperbaiki oleh pengelola Bus Trans Jatim.

“Saya lihat layanan Bus Trans Jatim ini masih kurang dalam hal informasi tentang Pemenuhan Standar Pelayanan. Jadi seluruh penyelenggara layanan, aparat pemerintah, itu kan harus patuh dengan UU 25/2009 tentang Pelayanan Publik dalam memberikan pelayanan,” ujarnya.

Dipasal 15 UU Tentang pelayanan Publik tentang keharusan aparat dalam hal standar pelayanan baik itu diwajibkan menyusun,menetapkan,sekaligus menginformasikan komponen standar pelayanan.

“Nah, komponen standar pelayanan itu contohnya, kalau di pelayanan Bus Trans Jatim ini harus jelas alurnya. Alur terkait kalau mau naik lewat mana, harus jelas, biayanya. Kemudian informasi terkait rute juga harus jelas. Itu harus terpampang di setiap halte, juga di terminal keberangkatan dan kedatangan,” ujarnya.

menurutnya, hal itu akan mendapat arti bahwa penumpang tidak akan sampai terkesan seolah-olah tidak mendapatkan kepastian.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *