SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya melaksanakan proyek crossing saluran drainase dengan memasang u-ditch di Jalan Ahmad Yani mulai 4-19 September.

Dishub Surabaya mempertebal personal untuk melakukan rekayasa lalin.

Tundjung Iswandaru, Kepala Dishub Surabaya mengatakan penebalan personal akan mulai dilakukan khususnya pada pagi hingga sore, tepatnya di jam-jam pada padat lalu lintas.

“Terkait pengalihan arus di jalan Ahmad Yani, terutama ruas Dolog sampai Bunderan Waru. Tadi pagi terjadi kepadatan, terutama arah masuk kota. Memang harinya hari Senin padat-padatnya lalu lintas. Pagi hari orang beraktivitas, tidak dipungkiri terjadi kepadatan lalu lintas.” katanya pada Senin (5/9/2022).

“Kepadatan terjadi di bunderan taman Pelangi. Pertama memang arus sehari-harinya cukup tinggi. Dalam keadaan normal saja terhadap hambatan. Belum lagi ketambahan dengan rek kereta, frekuensi kereta yang lewat atau melintas disitu cukup tinggi. Sehingga kemacetan tidak dapat dihindari.”

Tunjung memastikan arus lalu lintas di Taman Pelangi tidak akan dialihkan ke tempat lain. Karena jalur itu jalur bergeraknya perjalanan kearah timur.

Tundjung menjelaskan arah masuk kota dari Jalan Ahmad Yani batas kota selatan memang hanya menggunakan frontage. Sedangkan jalan arteri yang masuk kota digunakan lalu lintas menuju luar kota. Jalan arteri yang ke luar kota itu ditutup karena ada pekerjaan u-ditch crossing saluran. Sehingga hanya bisa menggunakan lajur frontage road sisi timur dan jalur arteri yang mengarah ke dalam kota digunakan untuk ke luar kota.

Menurutnya, hal itu karena dari arah barat, Gayung Kebonsari lalu lintasnya banyak yang mengarah ke SIER. Otomatis, crossing ke kanan. Sedang di kanan untuk putar balikan di Taman Pelangi tidak lancar karena volume dan kereta yang melintas sehingga menyebabkan arus yang terbuntu pada arah masuk kota.

“Ke depannya kami akan mempertebal anggota untuk mengatur lalu lintas di situ. Sinkronisasi akan menggelontor panjang apabila kereta melintas. Tadi sudah dilakukan. Tapi sepertinya masih kurang optimal,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat lebih mengerti dan tahu bahwa ada kegiatan pengerjaan proyek. Sehingga dapat memperkirakan waktu perjalanan dan bisa mengawali perjalanan, serta mencari alternatif jalan lain supaya tidak berimbas macet.

“Mungkin ada beberapa rekayasa kecil, seperti ada pengurangan media jalan di dekat Cito. Mungkin akan kami koordinasikan dipotong sedikit agar masuknya ke frontage bisa lebih bagus. Kemudian di akhir taman pelangi ada median tengah yang akan kami kurangi. Tapi nanti akan kami konkretkan setelah rapat,” urainya.

“Itu perlu kami koordinasikan, pertebal personel di situ untuk pengaturan secara manual. Meskipun kita gelontorkan apa bila setelah ada hambatan dikarenakan kereta api melintas. Frekuensi tinggi kalau pagi hari, sore juga tinggi tapi tidak setinggi pagi. Kalau sore masyarakat bisa memilih mau pulang jam berapa. Kalau sore biasanya arah keluar kota. Masyarakat punya alternatif jam pulang, kalau pagi jam kantor pasti,” pungkasnya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *