Surabaya-Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur memilai kenaikan tentang harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite, Solar, dan BBM non-subsidi jenis Pertamax akan menggerus daya masyarakat.

Adik Dwi Putranto sebagai ketua umum kamar dagang dan Industri (Kadin) di Surabaya, Senin, mengatakan bahwa kondisi di Indonesia saat ini memang tidak baik baik saja. Daya beli masyarakat menurun akibat tingginya inflasi yang diakibatkan oleh kenaika harga berbagai kebutuhan dan jasa.

“Dengan adanya kenaikan harga BBM yang mencapai Rp2.000 lebih ini, Maka dipastikan daya beli mereka semakin melemah” Ujarnya

selain itu Adik mengatakan bahwa akibat kenaikan harga BBM adalah konsumen karena biaya kenaikan tersebut akan di bebankan kepada mereka, Baik berupa kenaikan biaya Logistik maupun kenaikan biaya lainnya.

“Besar kemungkinan target ekonomi Indonesia ada tahun ini sebesar 5,2 persen tidak akan tercapai” Ujar Adik

Hal ini memang sangat berat yang harus diambil Pemerintah adanya beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah semakin membengkak karena akibat adanya harga minyak dunia yang kian tinggi. Menurut Adik pengusaha selanjutnya harus melakukan berhitung ulang karena biaya Logistik pasti mengalami kenaikan. Untuk itu Kadin Jatim meminta Pemerintah mampu menjaga daya beli masyarakat agar tidak semakin menurun.

Seperti yang kalian ketahui, Sabtu (3/9/2022) tepatnya pada Pukul 13.00 WIB, Pemerintah telah mengumumkan kenaikan BBM subsidi jenis Pertalite, Solar, Dan BBM non-subsidi jenis Pertamax.

Berikut rincian tentang harga Pertalite yang awalnya sebesar Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter, Solar dari harga Rp5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter dan harga Pertamax meningkat dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *