Surabaya РSenin (5/9), Komisi Yudisial (KY) datangi Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dalam rangka kunjungan kerja sekaligus memantau sidang kasus pencabulan yang dilakukan Mas Bechi terhadap santriwati di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah KH Muhammad Mukhtar Mukhti.

Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Joko Sasmito mengatakan bahwa salah satu tugas pengawasan yaitu pemantauan sidang.

Fungsi pemantauan dan pengawasan itu bertujuan agar tidak ada pelanggaran etik yang dilakukan oleh para hakim.

Joko meyakinkan bahwa KY hadir di kasus-kasus yang menjadi perhatian publik. Ia juga telah menemui langsung hakim, pengacara, bahkan jaksa yang menangani kasus Mas Bechi ini.

Ia meminta agar masyarakat melaporkan ke KY apabila ada pelanggaran etik yang dilakukan oleh hakim.

Saat ini Moch Subechi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi dijerat pasal berlapis atas kasus ini yakni pasal 285 KUHP mengenai pemerkosaan dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Pasal 289 KUHP mengenai pencabulan dengan hukuman penjara maksimal 9 tahun. Pasal 294 KUHP ayat 2 dengan hukuman penjara 7 tahun dan juncto pasal 65 ayat 1 KUHP.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *