Surabaya – Menjadi potensi untuk penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, Jatim menghimbau 204 SMK Pusat Keunggulan dan 128 SMA dan SLB Penggerak dapat menerapkan sistem tersebut.

Pada 332 Lembaga ini, Kemendikbud Ristek menyelenggarakan Diklat khusus kepada Kepala Sekolah dan guru agar memahami dan mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Dinas Pendidikan Jawa Timur mendorong satuan pendidikan yang belum menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), untuk mengikuti secara Mandiri dengan belajar pada SMK Pusat Keunggulan serta SMA dan SLB Penggerak yang sudah ditetapkan oleh Kemdikbud Ristek.

Alhasil, berdasarkan data yang diperoleh dari hasil Dashboard IKM pada 5 Juni 2022, Jatim menjadi pelaksana IKM jalur Mandiri terbanyak se Indonesia dengan kepesertaan pada tingkat SLB, SMA dan SMK mencapao 2.745 lembaga. Dengan rincian SMA 1.047 lembaga, SMK 1.474 lembaga dan SLB 233 lembaga.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan, capaian prestasi membanggakan ini tidak lepas dari keinginan sekolah yang turut dalam menyelesaikan persoalan learning loss selama pandemi. Terbukti, dari total jumlah SLB, SMA/SMK negeri dan lembaga swasta yang sebanyak 4.044 lembaga, yang sudah melaksanakan kurikulum merdeka sebanyak 76%.

Khofifah juga menyebut pihaknya, melalui Dinas Pendidikan Jatim akan mendukung secara penuh kebijakan Mendikbud Ristek dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri.

Dia berpendapat juga dengan adanya kurikulum yang tepat pada kondisi ini, akan mampu menguatkan pentingnya perubahan tentang rancangan dan strategi implementasi secara efektif dan efisien.

Dengan capaian Prestasi yang membanggakan ini, Khififah menargetkan pada Semester 1 tahun ajaran 2023/2024 mendatang SLB, SMA/SMK di Jawa Timur diharapkan menjadi pelopor kebijakan Nasional IKM dengan keikutsertaan 100%.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *