Surabaya-Sejumlah warga mengeluhkan keberadaan tower telekomunikasi seluler yang berdiri dikawasan permukiman penduduk di Manukan, Kota Surabaya, Jawa Timur.

“Kemarin (5/9) ada warga Manukan yang mengadu soal tower seluler lantaran dampaknya dirasakan oleh warga. Warga mengaku mulai merasakan pusing-pusing dan khawatir jika ada angin, tower itu roboh” kata Wakil Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya Aning Rahmawati di Surabaya, selasa.

Menurut Aning berdasarkan keterangan dari pihak Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, izin dari tower itu sudah ada sejak 2008 dan perpanjangan 2012.

“Namun, setelah kami runtut ternyata DLH (Dinas Lingkungan Hidup) menyebutkan bahwa izin lingkungannya belum keluar” kata dia.

Meski demikian, pihaknya menegaskan jika memang nantinya semua data perizinan dikatakan lengkap maka warga masih tetap bisa mengajukan keberatan ke DPRKPP.

Aning pun juga memastikan bahwa pihaknya akan menggelar rapat untuk menentukan keabsahan dokumen perizinan yang telah dikeluarkan.

“Berdasarkan data DLH itu di Manukan Tirto, sementara IMB-nya beralamat Manukan Wongso. Maka, kami minta di DPRKPP untuk melengkapi datanya,” kata dia.

 

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *