Sidoarjo – Kasus tragis menimpa seorang pesilat muda asal Sidoarjo Jawa Timur (Jatim). Nama pemuda tersebut Alif Risky (17) pelajar sekolah menengah atas (SMA) setempat.

ia tewas saat sedang mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) salah satu perguruan silat di kabupaten setempat. Orangtua Alif, Dedik Hainul Akbar tidak teima dengan kematian anaknya tersebut.

Oleh sebab itu ia melaporkan kasus tersebut ke kepolisian setempat. Ia merasa ada kejanggalan dengan kematian anaknya tersebut. Karena saat mendapat kabar itu, anaknya sudah masuk ICU rumah sakit dalam keadaan koma, bukan pingsan.

Dedik Hainul mengatakan, saat mendengar informasi tersebut dia bersama istrinya langsung bergegas ke RSUD, karena Alif dirujuk ke sana. Ia terkejut dengan kondisi anaknya yang koma ruang ICU.

Untuk kronologisnya sendiri menurut ayah almarhum, pada hari Minggu (11/9/2022) sekitar pukul 06.00 WIB korban berpamitan untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat silat bersama rekan-rekannya. Dan kondisi Alif saat itu masih sehat bugar, oleh karena itu ayahnya mengizinkannya untuk berangkat.

Ia menambahkan, kebetulan kemarin latihannya gabungan dari beberapa ranting perguruan silat itu di Sidoarjo.

Dedik melanjutkan sekitar 11.30 WIB ia mendapat kabar bahwa anaknya berada di klinik karena pingsan. Dua pelatih anaknya datang menghampiri ke rumahnya dan mengambarkan jika Alif pingsan dan sudah dibawa ke klinik.

Pelatih Alfi bertanya, apakah Alif punya riwayat penyakit sesak nafas atau asma. Dedik dengan tegas bertanya kenapa kok anak saya sampai pingsan, dan pelatih tersebut hanya menjawab bahwa Alif kelelahan.

Dedik merasa ada yang janggal dengan keadaan anaknya, karena saat di ICU anaknya sudah terpasang infus, serta hidung Alif juga mengeluarkan darah.

Saat Dedik kembali bertanya kepada pelatih, mereka tetap memberikan jawaban yang sama bahwa anaknya kelelahan saat berlari. Saat Dedik kembali menanyakan apakah ada kontak fisik saat kegiatan tersebut. Tim pelatih dengan kompak menjawab jika tidak ada kontak fisik.

Keadaan Alif semakin memburuk pada Minggu sore, orangtua Alif berfirasat jika anaknya tidak akan tertolong.

Tim medis yang menangani Alif menegaskan jika ada penyumbatan darah pada saluran pernapasan Alif, sehingga harus dipompa keluar. Karena kondisi Alif saat itu semakin menurun, sekitar pukul 18.00 WIB, Alif dinyatakan meninggal oleh Tim Medis RSUD Sidoarjo.

Dan pada Minggu sore tersebut teman-temannya Alif datang untuk melihat kondisi rekannya saat itu.

Dedik mendapat informasi dari rekan Alif, jika saat itu terdapat kontak fisik usai berlari, terdapat pukulan dan tendangan ke tubuh para peserta UKT termasuk Alif.

Almarhum Alif di makamkan pada Senin (12/9/2022) sekitar pukul 07.00 WIB. Atas kejadian yang menimpa anaknya tersebut Dedik telah melaporkannya ke Polresta Sidoarjo untuk mengungkap kejanggalan kematian Alif.

Sementara itu, Kasihumas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono saat dihubungi jurnalis terkait laporan kematian Alif saat UKT perguruan silat, menjawab singkat yaitu Mohon waktu ya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *