TASIKMALAYA – Seorang pemuda asal Tasikmalaya, membuat konten penyiksaan terhadap bayi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis).

Dalam kontennya, Asep Yudi Nurul menyiksa monyet secara sadis. Bahkan hingga mati. Video penyiksaan ini dijual kepada pembeli dari dalam dan luar negeri.

Pelaku mengaku menjual videonya melalui perantara seorang pria asal Solo. Namun, ia tidak mengerti alur penjualannya, termasuk yang dibeli bule dari luar negeri.

Ia juga mengaku, setiap aksi kejam peradegannya dilakukan sesuai dengan keinginan sang pemesan.

“Dijual ke orang Solo, setelah itu tidak tahu dijual kemana lagi,” ujar Asep di Mapolres Tasikmalaya pada Selasa (13/9/2022).

“Terakhir mah dibor, diblender, dimutilasi. Itu semua permintaan dari seseorang di Solo.” ujar Asep yang mengaku menjual video dengan harga Rp300 ribu.

“Jadi, dijual dan ditawarkan di Facebook, kemudian ada yang dijual ke luar negeri. Tapi kami masih menyelidik kemana luar negeri ini.” ucap AKP Ari Rinaldo, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya AKBP Suhardi Hery Haryanto mengatakan, motif kedua pelaku melakukan penganiayaan hewan anak monyet untuk mendapatkan uang dari hasil pembuatan kontennya.

“Itu masih kita dalami, termasuk aktor intelektual dalam pembuatan konten sadis itu, tidak menutup kemungkinan aktor intelektual itu ada dan masih didalami.” tutur Suhardi.

Konten tersebut dijual untuk jaringan nasional dan internasional, namun ini masih terus didalami oleh pihak kepolisian.

Pihaknya saat ini masih terus intens melakukan penyelidikan. “Itu masih kita dalami, termasuk aktor intelektual dalam pembuatan konten sadis itu, tidak menutup kemungkinan aktor intelektual itu ada dan masih didalami.”

“Itu akan kita cek ulang kembali, termasuk untuk mengumpulkan barang bukti yang lainnya.” katanya.

Sedangkan untuk monyet yang didapatkan pelaku, ia mendapatkan setelah membeli melalui media sosial. Ada juga yang dibeli dari pihak tertentu.

Selain pelaku yang ditangkap polisi pada Sabtu (10/9/2022), terdapat satu pelaku lainnya yang bernama Indra, teman Asep sesama warga Kabupaten Tasikmalaya yang berperan sebagai penjual lutung.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *