SURABAYA – Dosen Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Mulyadi beri saran agar kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dicabut. Yaitu memastikan  kekuasaan jatuh sehingga menjadi ancaman bagi pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan dalam acara diskusi publik bertajuk “BBM Naik, Rakyat Menjerit” yang diselenggarakan oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang disiarkan secara langsung di saluran youtube FNN TV pada Rabu sore (14/9/2022).

Mulyadi mengatakan, dirinya belakangan ini melihat adanya kegelisahan di kalangan masyarakat yang mempertanyakan kerja dunia pergurun tinggi atas kenaikan harga BBM.

Ia menjelaskan bahwa praktik politik yang terjadi tidak ada satu pun yang cocok dengan ilmu-ilmu politik yang diajarkan para akademisi di perguruan tinggi. Lantas, ia menjelaskan terkait apa yang dipraktikkan negara selama ini. Mulyadi menyebut, ada satu paham yang berkembang, yakni paham liberalisme.

Selanjutnya, paham liberalisme yang masuk dalam ilmu sosial wujudnya adalah individualisme. Sehingga, jika masuk dalam dunia politik, maka lahir istilah demokrasi.

“Demo merupakan paham yang mengganggap bahwa apa yang disepakati secara umum, mau ditentang masyarakat atau tidak, ndak peduli, karena itu landasan hukum,” kata Mulyadi.

“Ya karena itu kalau anda mau demo, pastikan bahwa kekuasaan tuh jatuh, kalau tidak jatuh ndak ada gunanya bagi mereka. Ini teori ya, pembahasan teoritisnya seperti itu,” lanjutnya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *