Surabaya –  Ketua DPW FSPMI-KSPI Provinsi Jawa Timur, Jazuli menyatakan ada puluhan ribu aliansi serikat pekerja atau massah buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur bertemu  di titik kumpul utama di Mall CITO atau Bundaran Waru Surabaya, Senin (19/9/2022).

Aksi massa turun ke jalan bertujuan menolak kenaikan harga BBM dengan menuntut Gubernur Jawa Timur untuk merevisi UMK tahun 2022.

“Aksi demo buruh hari ini diikuti sekitar 20.000 massa buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mulai dari Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, hingga Kabupaten dan Kota Mojokerto,” kata Jazuli

Wakil Ketua DPW FSPMI-KSPI Provinsi Jawa Timur, Nuruddin Hidayat mengatakan bahwa massa bergerak bersama menuju Kantor Gubernur Provinsi Jawa Timur  dengan melalui rute Jalan A. Yani, Wonokromo, Raya Darmo, Urip Sumoharjo, Basuki Rahmat, hingga Pahlawan.

Nuruddin menegaskan bahwa aksi kali ini disebabkan karena Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tidak pernah menemui perwakilan buruh untuk audiensi, ia juga menambahkan aksi massa buruh akan memberikan raport merah kepada Gubernur Jawa Timur lantaran dinilai tidak aspiratif.

“Kami menyarankan agar pemerintah memisahkan pengguna BBM subsidi dan non subsidi. Misalnya, sepeda motor dan angkutan umum tidak mengalami kenaikan harga BBM bersubsidi, kemudian untuk mobil di atas 2005 harus memakai BBM non subsidi, karena orang kaya rata-rata tidak menggunakan mobil tua,” ujar salah perwakilan buruh.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *