SURABAYA – Massa buruh dari berbagai elemen mulai mendatangi Kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan, Surabaya. Para buruh mulai berdatangan pukul 16.00 WIB, Senin (19/9/2022).

Para buruh mulai berdatangan sambil membawa poster dan baliho. Mereka menuntut pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM.

Salah satu korlap demo, Jazuli menyebut, massa datang dari berbagai daerah di Jatim. Mulai dari Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Mojokerto, dan masih banyak lainnya.

Jazuli yang merupakan Ketua FSPMI Jatim ini menyatakan, kenaikan harga BBM telah menurunkan daya beli buruh hingga 50%. Penyebab turunnya daya beli dikarenakan peningkatan angka inflasi menjadi 6,5% hingga 8%, sehingga harga-harga kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan.

“BBM naik, sudah jelas penurunan daya beli buruh. Semakin parah dengan tidak naiknya upah selama 3 tahun ke belakang. Bahkan Menaker sudah mengumumkan jika Pemerintah dalam menghitung kenaikan UMK Tahun 2023 kembali menggunakan PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, maka sudah dipastikan upah buruh tahun 2023 tidak akan mengalami kenaikan,” kata Jazuli.

Jazuli menegaskan, alasan para buruh menolak kenaikan harga BBM karena dilakukan saat harga minyak dunia turun.

“Terkesan pemerintah mencari jalan pintas untuk meningkatkan pendapatan negara dengan cara memeras rakyat. Terlebih kenaikan harga BBM ini dilakukan disaat negara-negara lain menurunkan harga BBM. Seperti di Malaysia, dengan ron yang lebih tinggi dari pertalite, harganya jauh lebih murah,” tegasnya.

Jazuli juga menilai, bantuan subsidi upah sebesar Rp 150 ribu selama 4 bulan kepada buruh hanya sekedar ‘lip service’ saja agar buruh tidak protes.

Dampak adanya buruh demo di Kantor Gubernur Jatim, lalu lintas di sekitar Jalan Pahlawan menjadi macet total. Polisi juga menutup jalan di depan Kantor Gubernur Jatim.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *