LUMAJANG  РKebakaran hutan terjadi di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di bawah kawasan wisata B29 Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Plt Kepala Seksi TNBTS Wilayah III Senduro, Khaerul Soleh mengatakan, luas wilayah hutan yang terbakar mencapai 10 hektar.

Khaerul menjelaskan, kebakaran hutan itu terjadi pada Minggu (18/9/2022) sekira pukul 17.00 WIB dan baru bisa dipadamkan keesokan harinya pada pukul 20.00 WIB.

“10 hektar di bawah B29, kejadian awal tanggal 18 jam 17.00, baru bisa dipadamkan kemarin jam 8 malam,” kata Khaerul melalui sambungan telepon, Selasa (20/9/2022).

Menurut Khaerul, api berasal dari sisa pembakaran yang tidak dimatikan. Saat itu, terjadi angin kencang yang membuat api merambat ke padang sabana dan terus melebar hingga ke bawah tebing.

Kemiringan ekstrem hingga 85 derajat membuat petugas kesulitan memadamkan api

Untuk mengantisipasi bertambah lebarnya dampak kebakaran, petugas langsung membuat parit di bawah tebing.

“Yang pertama melihat itu PKL di B29 itu dan berupaya mematikan ternyata tidak mampu dan laporan ke petugas. Karena angin kencang, api ini turun ke bawah di tebing itu dengan kemiringan ekstrem karena kita tidak mampu juga akhirnya kita antisipasi langsung di bawah,” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebab yang terbakar hanya vegetasi berupa rumput dan semak-semak.

Pihak TNBTS mengaku masih melakukan inventarisir data untuk menghitung total kerugian yang dialami akibat kebakaran hutan tersebut.

“Kerugian masih kita inventarisir, tadi teman-teman sudah naik untuk melakukan penghitungan,” pungkasnya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *