KEIV – Rusia dan Ukraina melakukan pertukaran tahanan yang tidak terduga pada Rabu lalu, yang terbesar sejak perang dimulai dan melibatkan hampir 300 orang. Itu termasuk 10 orang warga negara asing dan komandan yang memimpin pertahanan Ukraina yang berkepanjangan di Mariopol awal tahun ini.

Warga negara asing yang dibebaskan termasuk dua warga Inggris dan seorang warga negara Maroko yang telah dijatuhi hukuman mati pada Juni lalu setelah ditangkap dalam pertempuran untuk Ukraina. Juga dibebaskan tiga warga Inggris lainnya, dua orang Amerika, seorang Kroasia, dan seorang warga negara Swedia.

Waktu dan besarnya pertukaran itu mengejutkan, mengingat Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan mobilisasi pasukan parsial pada hari sebelumnya dalam eskalasi konflik yang dimulai pada Februari. Separatis pro-Rusia juga mengatakan bulan lalu bahwa komandan Mariupol akan diadili.

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan pertukaran – yang melibatkan bantuan dari Turki dan Arab Saudi – telah dipersiapkan cukup lama dan melibatkan tawar-menawar yang intens. Di bawah ketentuan kesepakatan, 215 warga Ukraina yang sebagian besar ditangkap setelah jatuhnya Mariupol dibebaskan.

Sebagai gantinya, Ukraina mengirim kembali 55 orang Rusia dan Ukraina pro-Moskow serta Viktor Medvedchuk, pemimpin partai pro-Rusia terlarang yang menghadapi tuduhan makar.  kata Zelenskiy dalam pidatonya di sebuah video.

“Kami mengingat semua orang kami dan mencoba menyelamatkan setiap orang Ukraina. Inilah arti Ukraina, esensi kami, inilah yang membedakan kami dari musuh,” imbuhnya, Jumat (23/8/2022).

Zelensky berterima kasih kepada Presiden Turki Tayyip Erdogan atas bantuannya dan mengatakan lima komandan senior Ukraina akan tetap berada di Turki sampai akhir perang.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *