Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menurunkan target rumah DP Rp 0 menjadi 9.081 unit, dari target semula 232.214 unit. Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta fraksi Gerindra Syarif menilai turunnya target itu adalah hal yang rasional.

 

Menurut Syarif, target 232.214 unit itu adalah total program penyediaan rumah di Jakarta. Dia menyebut penyediaan hunian itu dibagi menjadi beberapa klaster, termasuk rumah DP Rp 0.

 

“Itu jumlah target secara keseluruhan total, itu kan ada klaster rusunawa, klaster rusunawa non subsidi, ada DP nol rupiah, ada yang kerja sama dari pihak swasta, totalnya itu angkanya sekitar 200 ribu, kalau DP nol rupiah nggak ada seperti itu, itu bagian aja dari program penyediaan rumah, penyediaan hunian itu terbagi beberapa klaster tadi,” kata Syarif, Minggu (25/9/2022).

 

“Angkanya saya lupa, tapi nggak di atas 18 ribu yang disiapkan itu, kan ada yang juga dikerjasamakan, DP nol rupiah juga ada 2 model, yang diserahkan harga kepada pasar hanya pemerintah sebagai regulator saja itu ada. Tapi DP nol rupiah yang DP-nya ditalangin DP-nya sama Pemprov itu nggak sampai 20 ribuan. Seingat saya cuma 18 ribu,” imbuhnya.

 

“Itu kan ada banyak faktor, faktor itu kan waktu awal itu kan karena disusun dan 2018 diketok RPJMD lalu, memasuki setahun lalu masuk di awal 2020 kena Covid pandemi itu, ada kontraksi di APBD kita sehingga wajar dilakukan revisi target,” kata dia.

 

Nilai Penurunan Target Rasional

 

Penurunan target rumah DP Rp O itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah 2023-2026 yang diteken Anies Baswedan pada 10 Juni 2022. Syarif menilai penurunan target menjadi 9 ribu unit itu adalah hal rasional.

 

“RPD kan untuk 2 tahun khusus di DKI nggak sampai 3 tahun, itu kalau direvisi menjadi 9 ribu sekian ya rasional. Kan yang sudah dibangun sekitar 3 ribu ya, mudah-mudahan tercapailah ya dengan angka target 9 ribu,” tutur dia.

 

Syarif berharap target 9.081 unit rumah DP Rp 0 itu bisa tercapai selama Pj Gubernur pengganti Anies menjabat. Namun, dia menyebut pembangunan itu tetap tergantung pada kemampuan keuangan daerah.

 

“Rasional karena kan waktunya pendek, nggak sampai 3 tahun. Efektif kalau nggak salah Pj itu sampai bulan Februari 2025. 2025 sekitar bulan Februari,” kata dia.

 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria telah angkat bicara mengenai penurunan target rumah DP Rp 0 menjadi 9.081 unit. Riza menuturkan, target yang tertuang dalam RPD 2022-2026 itu turut mempertimbangkan masa jabatan Pj Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies.

 

“Itu kan harus disesuaikan dengan masa waktu Pj Gubernur. Pj Gubernur itu kan kurang lebih dua tahun kan beda waktu Anies sandi dan Anies sama saya,” terang Riza, Minggu (25/9).

Spread the love

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *