Surabaya, – Kampus Kebangsaan dan Kerakyatan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) mewisuda 643 lulusan program D3, S1 dan S2. Masing-masing dari Fakultas Ilmu Administrasi 54 orang, Fakultas Pertanian 38 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 94 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 172 orang, Fakultas Teknik 84 orang, Fakultas Sastra 35 orang, Fakultas Ilmu Komunikasi 62 orang, Fakultas Hukum 89 orang, serta Fakultas Ilmu Kesehatan 15 orang.

Acara digelar di Dyandra Convention Center Jl. Basuki Rachmad Surabaya, Sabtu (24/09/2022), dipimpin rektor Dr. Siti Marwiyah, SH, MH. Turut hadir kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri SE, MM.


Terpilih sebagai wisudawan dengan Indeks Prestasi Tertinggi (IPK), untuk jenjang D3, Noermaya Sari Utami dari program studi D3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan yang meraih IPK 3,74. Sedang untuk jenjang S1, predikat wisudawan dengan IPK tertinggi diraih Siska Ayu Febrianty dari program studi S1 Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi dan Agus Surya Atmojo dari program studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Keduanya sama-sama meraih IPK 3,94.

Untuk jenjang S2, predikat wisudawan dengan IPK tertinggi diraih Tony Laos dari program studi Magister Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Administrasi dan Sazkia Novita A. dari program studi Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi yang sama-sama meraih IPK 3,98.

Dalam sambutannya, Siti Marwiyah berpesan agar para lulusan tetap belajar dan mengasah kemampuan untuk bisa survive di tengah masyarakat.

“Ilmu yang anda pelajari selama di kampus, hanyalah sebagian kecil dari apa yang dibutuhkan untuk eksis di tengah lingkungan pekerjaan anda, baik sebagai karyawan, profesional, wirausahawan atau di bidang apapun nantinya anda akan bekerja nantinya. Karena itu, terus belajar dan asah kemampuan, perasaan dan mental anda selama hajat di kandung badan”, ujar rektor wanita pertama Unitomo ini.

Pesan ini mendapat dukungan kepala L2Dikti Wilayah VII Jatim, Prof. Dr. Dyah Sawitri SE, MM. Ia mengapresiasi langkah Unitomo yang telah mengadopsi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digagas Mendikbudristek.

“Salah satu tujuan program ini ialah untuk mendorong mahasiswa agar bisa mempelajari sebanyak mungkin aspek yang dibutuhkan di dunia kerja. Kampus merdeka ialah kampus yang bisa mengantar mahasiswa dan lulusannya merdeka dari pengkotak-kotakan ilmu, dengan cara memberi kemerdekaan mereka untuk mempelajari dan menguasai berbagai hal yang dibutuhkan untuk masuk dunia kerja. Misal dengan memberi kesempatan selama beberapa semester untuk mengambil matakuliah di luar program studinya, atau di kampus lain, dan bahkan di luar institusi kampus seperti magang perusahaan, instansi, dan sebagainya,” ujar Dyah Sawitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *