Kutai Kartanegara – Dua warga negara asing asal China berinisial NX (54) dan NC (52) mengalami penganiayaan setelah beradu mulut dengan dua warga HA (39) dan AN (35) di area tambang milik PT Kalimantan Bara Perkasa (KBP) di Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, pada Minggu (25/9/2022) lalu.

Kasat Reskrim Polres Kukar AKP I Made Suryadinata menjelaskan bahwa peristiwa tersebut mengakibatkan NX kehilangan nyawanya, sedangkan NC mengalami luka cukup serius hingga jari manis sebelah kanannya terputus saat melarikan diri.

“Korban dua WNA, satu meninggal dunia dan satu orang putus jari manis sebelah kanan,” ucap Suryadinata, Selasa (27/9/2022).

Suryadinata menjelaskan bahwa kedua pelaku merupakan utusan perusahaan pemilik lahan yang bekerja sama dengan korban. Kedua pelaku tersebut diutus untuk menutup lubang tambang dan memperjelas penimbunan lahan tambang yang sudah satu tahun berlalu.

“Pemilik lahan menugasi tersangka untuk mengawasi lahan, agar bisa ditimbun lagi,” jelasnya.

Pelaku mengaku bahwa penganiayaan tersebut dipicu oleh korban yang memukul pelaku dengan kayu setelah beradu mulut. Pelaku yang tidak terima langsung melibaskan parang yang mereka bawa ke tubuh korban NX.

“Pelaku dan korban ini cekcok karena soal lubang tambang. Pengakuan pelaku, dia sakit hati karena dipukul kayu sama korban. Kemudian kedua pelaku langsung mencabut parang yang mereka bawa dan disabetkan ke tubuh korban (NX),” ucap Suryadinata.

Menurut penjelasan dari Suryadinata, NX sempat memberikan perlawanan sebelum korban meninggal dunia akibat tebasan di bagian kepala, punggung, pinggang dan paha.

“Pelaku memberontak dan berhasil menjatuhkan korban, dan di situlah pelaku berhasil mengipas mengenai paha sebelah kiri, lalu disusul pelaku lainnya menimpas korban mengenai punggung dan pinggang korban,” ujarnya.

Setelah menganiaya korban, kedua pelaku bergegas melarikan diri menggunakan sepeda motor. Polisi yang menerima laporan tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa para saksi.

Pelaku berhasil diamankan saat bersembunyi di rumah salah satu kerabat pelaku di RT 01 Jalan Bunga, Kelurahan Bentuas, Kecamatan Palaran, Samarinda pada Senin (26/9/2022).

“Saat diamankan dipersembunyiannya, kedua pelaku mengakui perbuatannya melakukan pembunuhan terhadap WNA asal China,” ungkapnya.

Dari tangan para pelaku, polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu parang mandau, satu parang bungkul, pakaian milik pelaku, dan sepeda motor yang digunakan pelaku untuk melarikan diri.

Atas perbuatannya, kedua pelaku tersebut kini dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-3E KUHP subsidair Pasal 154 ayat (2) KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 12 tahun penjara.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *