Jakarta – Seorang pengacara bernama Alvin Lim menyampaikan pendapatnya mengenai peran Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran dalam kasus penembakan Brigadir J.

Hal itu disampaikan oleh Alvin Lim saat ia berbincang-bincang untuk kanal YouTube Refly Harun yang videonya diunggah pada senin (26/9/2022).

Awalnya Refly Harun dan Alvin Lim membahas soal KM 50 yang berimbas pada pencopotan Nana Sujana sebagai Kapolda Metro Jaya dan digantikan oleh Irjen Fadil Imran.

Dalam kasus Brigadir J, Alvin Lim menduga kalau Fadil Imran sudah diberitahu oleh Ferdy Sambo mengenai insiden penembakan yang terjadi.

“Dia kan tahu kalau misalnya dia telepon Kapolres, pasti kan ditanya ‘udah izin belum sama atasan saya’,” ujarnya pada selasa (27/9/2022).

Alvin menambahkan, “Yaudah justru diutuslah di Budhi Herdi, Kapolres Jakarta Selatan, untuk ke TKP. Ya pasti (datang ke TKP dengan) sepengetahuan, seperizinan Kapolda, itu maksudnya.”
Ia kemudian mengungkap bahwa ada rekannya yang ditelepon oleh Budhi Herdi yang komplain karena merasa menjadi tumbal.
Alvin menjelaskan, “Ini tadi ada temen saya juga yang ditelepon sama Budhi Herdi. Budhi Herdi ini komplain. Dia bilang dia tuh jadi tumbal karena dia merasa si Kapolda ini pinter gitu loh, suruh dia yang jalan, makanya dia yang kena.”
“Kapolres ini kan akhirnya dicopot kan karena dia yang jalan. Jadi kita lihat, ya logika aja lah anak SD, kalau Kapolres atasannya siapa, kita tahu. Tapi kan sebenernya kita kalau lihat, anak buahnya itu, atasnya mereka siapa ya kan, pasti Kapolda,” jelasnya menandaskan.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *