Sidoarjo, – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi 57,81 persen dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur tahun 2021. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara keberkelanjutan memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan UMKM khususnya di Jawa Timur.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara, Oza Olavia menyatakan, salah satu upaya Kemenkeu adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro (Umi).

“Dua instrument terobosan tersebut diberikan bagi pengusaha yang sulit mengakses pinjaman di Lembaga keuangan. Penyaluran KUR di Jawa Timur pada tahun 2021 sebesar Rp49 triliun dari 1,4 juta debitur,” ungkapnya.

John Hutagaol, Kepala Perwakilan Kemenkeu Jawa Timur sekaligus Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil Ditjen Pajak) Jawa Timur I, dalam sambutan Pembukaan Festival UMKM Kemenkeu Satu yang diselenggarakan pada tanggal 28 – 30 September 2022 mengatakan kegiatan ini merupakan sebagai wujud kepedulian Kemenkeu dalam mendorong ekonomi Jawa Timur untuk kembali bangkit.

“Memperkenalkan produk UMKM, membangun sinergi dengan stakeholder (Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota) dalam rangka pemberdayaan UMKM, mensosialisasikan kebijakan Kemenkeu dalam mendorong UMKM sehingga memiliki daya saing, serta memperkenalkan dukungan kebijakan dan sarana prasarana untuk pengembangan UMKM di Provinsi Jawa Timur,” tegasnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Idar Parawansa, mengapresiasi Kemenkeu Jawa Timur yang menghelat festival untuk 120 UMKM dari Jawa Timur. Gubernur menambahkan lembaga turunan Kemenkeu Jawa Timur hendaknya dapat juga memperhatikan seluruh aspek, misalnya sertifikasi halal.

“Masih banyak UMKM yang belum memperoleh sertifikasi halal. Kontribusi UMKM yang mencapai 57,81 persen di tahun 2021 untuk Produk Regional Domestik Bruto (PDRB) Jawa Timur memerlukan sinergi antar pemangku kepentingan agar penguatan ekosistem UMKM DI Jawa Timur terus berkelanjutan,” ujarnya.

Pembukaan Festival UMKM Kemenkeu Satu yang mengambil tema UMKM Jawa Timur Bangkit, Ekonomi Melejit, merupakan kolaborasi dan sinergi Kemenkeu Satu yang terdiri dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Ditjen Bea dan Cukai, Ditjen Perbendaharaan, dan Ditjen Kekayaan Negara serta BPPK, yang di selenggarakan di Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Jawa Timur I dan Kanwil DJP Jawa Timur II dihadiri oleh Gubernur, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Anggota Dewan, Kepala Daerah Kabupaten/Kota, Kepala Instansi Pemerintah, Ketua Asosiasi Profesi, Pengusaha, dan Tokoh Masyarakat Se-Jawa Timur.

Penyelenggaraan Festival UMKM terselenggara atas sinergi dan kolaborasi aktif semua lini Kementerian Keuangan Jawa Timur dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan Direktur Utama BPDPKS saat ini adalah Eddy Abdurrachman.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *