SURABAYA, – Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur, John L Hutagaol menegaskan pihaknya terus mendukung upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi Jatim di tengah pemulihan pasca pandemi. Salah satunya dengan ikut melakukan peningkatan kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengahi (UMKM) lewat kegiatan Festival UMKM Kemenkeu 1, 28 – 30 September 2022.

“Sebagai wujud kepedulian Kemenkeu dalam mendorong ekonomi Jatim bangkit, kami juga memperkenalkan produk UMKM, membangun sinergi dengan stakeholder dalam rangka pemberdayaan UMKM, mensosialisasikan kebijakan Kemenkeu dalam mendorong UMKM sehingga memiliki daya saing, serta memperkenalkan dukungan kebijakan dan sarana prasarana untuk pengembangan UMKM Jatim,” ucapnya.

Kontribusi pendapatan pajak dari sektor UMKM terus mengalami peningkatan yang positif seiring dengan pertumbuhan pelaku UMKM. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I mencatat, penghimpunan pajak dari sektor UMKM pada 2021 tercatat mencapai Rp157,61 miliar. Pada tahun ini hingga 28 September 2022 perolehan pajak sektor UMKM sudah bisa terealisasi sebesar Rp146,7 miliar.

Lebih lanjut John menambahkan, peluang sektor UMKM untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi ini sangat besar termasuk dari sisi pasar.

“Ditambah lagi adanya dukungan dari pemerintah dan stakeholder, serta perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menjadi stimulus percepatan usaha,” tegasnya.

Secara nasional kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61 persen, dan mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja nasional.

“Di Jatim sektor UMKM telah berkontribusi sebesar 57,81 persen terhadap PDRB Jatim atau setara Rp 1,4 triliun, hal ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Jatim yang tercatat sebesar 5,74 persen,” tuturnya.

Sementara itu berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Jatim, jumlah UMKM di Jatim untuk usaha menengah dengan omzet di atas Rp 2,5 miliar tercatat sebanyak 68.835 unit, dan usaha kecil dengan omzet Rp 300 juta – Rp 2,5 miliar sebanyak 579.567 unit, sedangkan usaha mikro dengan omzet di bawah Rp 300 juta ada 9,13 juta unit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *