Malang – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman berjanji akan menindak tegas anggota yang terbukti melakukan kekerasan dalam peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Dudung serta keluarga besar TNI AD pun menyampaikan belasungkawa atas tragedi yang menyebabkan lebih dari 120 orang meninggal dunia itu.

“Apabila jika terbukti ada anggota TNI AD yang¬† melakukan tindakan kekerasan akan diproses secara hukum,” kata Dudung dalam keterangan resmi yang disiarkan dalam lama TNI AD, dikutip Senin (3/10).

Dudung menyatakan keprihatinan atas musibah yang menimpa dunia sepak bola Indonesia. Dia berdoa agar para keluarga korban diberikan ketabahan.

“Bagi masyarakat yang terluka dan sedang menjalani perawatan, semoga segera diberikan kesembuhan,” ujarnya.

TNI AD pun menyatakan akan membantu masyarakat untuk proses pengurusan jenazah korban meninggal dunia.

Diberitakan, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, terjadi usai kekalahan 2-3 Arema FC versus Persebaya, Sabtu (1/10) malam.

Pendukung Arema memasuki lapangan karena tidak terima dengan hasil akhir pertandingan yang memenangkan Persebaya. Insiden itu direspons polisi dengan menghadang dan menembakkan gas air mata, sehingga menyebabkan penonton berlarian, sesak napas, dan terinjak-injak.

Belakangan di media sosial sedang beredar video yang merekam anggota TNI AD terlibat dalam pengamanan massa di Kanjuruhan. Dalam salah satu video yang beredar, tampak seorang anggota TNI AD menendang seorang suporter di pinggir lapangan.

Menurut data, 125 orang meninggal dunia dalam tragedi kanjuruhan malam itu.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *