JOMBANG, – Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi menyampaikan pentingnya pemahaman keuangan bagi masyarakat desa dan pesantren karena mereka merupakan bagian dari kelompok penerima program edukasi.

Masyarakat desa dan pesantren didorong memiliki tingkat literasi keuangan yang baik agar dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses keuangan (inklusi) pada lembaga jasa keuangan formal. Mereka yang memiliki akses terhadap keuangan cenderung membuat keputusan keuangan yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

“Pada akhirnya, peningkatan jumlah masyarakat desa dan pesantren yang memiliki akses ke keuangan diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pengentasan kemiskinan. Tingkat literasi keuangan yang baik juga dapat menumbuhkan kesadaran mengenai kewaspadaan terhadap penawaran investasi ilegal/bodong yang marak terjadi di masyarakat,” ujarnya dalam Kuliah Umum Kepada Civitas Akademika Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang secara hybrid, Senin (01/10/2022).

Dalam paparannya, Friderica menyampaikan pentingnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan keuangan, baik untuk individu maupun keluarga.

“Yang paling sederhana dan sering dihadapi misalnya ketika membeli kebutuhan hidup sehari-hari, dimana diperlukan pertimbangan mengenai besarnya dana yang disediakan untuk belanja, memilih produk yang sesuai dan murah, menimbang-nimbang manfaat dari produk yang akan dibeli, dan lain-lain.”

Literasi dan inklusi keuangan yang berimbang juga memberikan manfaat yang besar bagi sektor jasa keuangan. Diharapkan dengan semakin tinggi tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat dengan tetap memperhatikan aspek pengelolaan risikonya.

Pelaksanaan kegiatan Edukasi Keuangan Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang diharapkan dapat memberikan multiplier effect kepada lingkungan sekitar. Mengingat peran penting anggota masyarakat di lingkungannya, kegiatan edukasi keuangan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan para masyarakat desa dan pesantren sehingga dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan agar masyarakat di tidak terjerumus pada utang yang konsumtif atau penipuan yang berkedok investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *