MAKASSAR – Pemkot Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) memutuskan menunda pemilihan umum (pemilu) ketua RT/RW Makassar. Anggaran pelaksanaannya senilai Rp 2,9 miliar yang sudah dialokasikan tahun ini otomatis tidak digunakan.

Harun Rani menuturkan, anggaran pelaksanaan pemilu raya ketua RT/RW Kota Makassar dianggarkan Rp 2,9 miliar di APBD Perubahan 2022. Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk membayar honor panitia, petugas tempat pemungutan suara (TPS), hingga bimbingan teknis (bimtek).

Namun Harun Rani belum mengetahui pasti ketika anggaran pemilu ketua RT/RW tidak digunakan, selanjutnya akan dialihkan ke program lain atau tidak.

“Kalau istilah keuangannya saya tidak tahu, yang jelas tidak digunakan karena ditunda pemilihannya,” papar Harun Rani, Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Setda Kota Makassar pada Kamis (6/10/2022).

Dia melanjutkan, dengan penundaan ini diharapkan persiapan pemilu ketua RT/RW Makassar bisa lebih matang ke depan. Pihaknya juga akan memaksimalkan sosialisasi di tengah masyarakat terkait pelaksanaannya tahun 2024.

Penundaan pemilu raya ketua RT/RW mempertimbangkan adanya pro dan kontra terkait pelaksanaannya menggunakan sistem pemungutan elektronik atau e-voting.

Sedianya pemilu raya ketua RT/RW Kota Makassar digelar November 2022. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto selanjutnya berencana melaksanakannya bersamaan dengan momen Pilpres dan Pileg 2024.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *