SURABAYA – Mengalami peningkatan dari tahun 2002 sebesar Rp541 miliar menjadi Rp867 miliar pada tahun anggaran 2023.

Wakil Wali kota Surabaya Armuji, mengatakan di Surabaya, Minggu sistem drainase dibagi menjadi tiga sub kegiatan, yaitu pengoperasian dan pemeliharaan sistem drainase, rehabilitasi saluran drainase perkotaan, dan pembangunan sistem drainase.

Cak Ji mengatakan bahwa karena peningkatan beban pada sistem pembuangan limbah dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan pesat, pengelolaan sistem pembuangan limbah kota harus dilakukan secara berkelanjutan.

Dia mengatakan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Surabaya juga melakukan pengecekan secara berkala untuk sarana pendukung meliputi 81 alat berat, 86 unit dump truck dan 21 unit ponton untuk pemeliharaan hingga rehabilitasi saluran.

Memasuki musim hujan, Cak Ji mengatakan sinergi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) juga menjadi kunci, seperti halnya antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DSDABM dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Menurut dia, saat ini ada pembangunan crossing atau sudetan saluran air di 55 titik pusat kota sedang dikerjakan.

“Apabila warga mendapat kendala pada musim hujan dengan sistem drainase, maka kami imbau hubungi Command Center 112 atau melalui aplikasi Wargaku,” kata Cak Ji.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *