SURABAYA, – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali melantik dan mengambil sumpah sebelas dokter baru, Rabu (12/10) siang. Dengan pelantikan dan pengambilan sumpah ini, kini Unusa telah meluluskan sebanyak 101 dokter.

Ketua Program Studi Profesi Dokter, dr Nur Azizah AS, Sp.KJ dalam sambutannya mengatakan, FK Unusa telah berhasil meluluskan 101 dokter, dengan predikat sangat bagus, karena persen mahasiswa yang lulus fisrt taker, lulus saat pertama kali mengikuti uji kompetensi mahasiswa program profesi dokter (UKMPPD) mencapai di atas angka 80 persen. UKMPPD menjadi tolok ukur keberhasilan dan mutu pembelajaran di fakultas kedokteran dan menentukan penilaian akreditasi.

“Dari angkatan 2014 dan 2015 atau angkatan pertama dan kedua FK Unusa lulus first-taker sebesar 96%,” katanya.

Sementara itu Dekan FK Unusa, Dr. dr Handayani., MKes dalam sambutannya mengingatkan, bahwa mulai hari ini mereka sudah resmi menyandang gelar dokter. Gelar akademik yang di cita citakan banyak orang, telah di raih dengan penuh perjuangan, kelelahan, doa dan airmata. Mulai hari ini para dokter baru ini semua menjadi bagian dari tenaga dokter Indonesia, yang memikul tanggung jawab besar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama pada komunitas pondok pesantren di seluruh pelosok negeri.

“Saya ingin berpesan tetaplah mengingat momen hari ini saat saudara mengucapkan sumpah dokter dengan penuh khidmad, sumpah yang hanya diucapkan satu kali seumur hidup. Semoga saudara semua dapat melaksanakan sumpah yang diucapkan hari ini, menjadi dokter yang profesional dan rahmatan Lil Alamin, mengharumkan nama FK Unusa dimanapun saudara berada,” katanya berpesan.

Dikatakannya, sebagai dokter baru, mungkin ada saatnya Saudara merasa bimbang, baik dalam hal profesi maupun karir, silahkan berkonsultasi dengan para dosen dan jika perlu juga dengan pimpinan. Ikatan Alumni FK Uunusa perlu terus menjaga silaturahmi dan berkomunikasi dengan institusi, menyusun kegiatan positif untuk terus update ilmu pengetahuan dan juga peluang peluang dalam pendidikan lanjut dan pengembangan karir.

“Jangan pernah berhenti dan teruslah belajar sepanjang hayat dikandung badan, karena ilmu pengetahuan didunia kedokteran terus menerus berkembang dengan sangat cepat. Kemajuan teknologi telah membawa dampak yang luar bisa dalam kehidupan, termasuk dalam bidang kedokteran, maka para dokter perlu memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.” tegasnya.

Salah satu peserta pelantikan dan pengambilan sumpah yang memperoleh nilai tertinggi dalam uji kompetensi mahasiswa program profesi dokter (UKMPPD) batch Agustus 2022, dr. Olivia Indira Sofyan mengatakan, dukungan suami serta anak semata wayang membuat dirinya memiliki motivasi untuk lolos UKMPPD tanpa harus mengulang.

Olivia mengaku sebelum menjalani UKMPPD dirinya sempat jauh dari anaknnya yang bernama Xavena Magna Linarto yang saat ini berusia 2,5 tahun. Kurang lebih dua minggu dirinya memilih untuk fokus dalam mempersiapkan UKMPPD tersebut.

“Saat itu keluarga saya yang pasti mendukung dan menemani putri saya, jadi fokus saya untuk belajar,” terang wanita berusia 24 tahun ini.

Meskipun berjauhan, Olivia mengaku jika selama mempersiapkan uji kompetensi profesi itu dirinya beberapa kali kesulitan belajar.

“Kalau sudah stres dan susah belajarnya saya memilih lari dari kamar untuk nemui anak dan memeluk dia dan ajak main sebentar lalu kembali lagi belajar. Saat kumpul sama anak itu seperti ada energi tambahan baru ke saya, jadi semakin semangat,” ucapnnya.

Istri dari dr Nova Yundiarto ini mengingat perjuangannya saat hamil serta harus menjalani pendidikan profesi dokter. Dimana dirinya harus menjalani coas di rumah sakit di Lawang dengan kondisi kehamilan yang sudah cukup besar.

“Paling berat karena setiap hari saya harus Surabaya ke Lawang setiap hari, tetapi dapat dukungan suami itu membuat saya berusaha untuk bisa kuat menjalani pendidikan saya ini,” terangnya.

Memperoleh nilai tertinggi UKMPPD, Oliv ingin melanjutkan internship serta menjadi ibu yang baik untuk putri kecilnya. “Yang pasti dijalani dulu internship dan belum kepikiran mau melanjutkan ambil spesialis apa tidak, dan ingin menemani putri saya dulu,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *