JAKARTA – Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menghadapi desakan mundur menyusul tragedi Kanjuruhan. Pemain timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Bahar pasang badan untuknya.

Mochamad Iriawan, atau yang akrab disapa Iwan Bule, menghadapi tuntutan mundur menyusul tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 orang sejauh ini. Tragedi itu terjadi pada 1 Oktober lalu selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Tragedi dipicu tembakan gas air mata secara berlebihan, termasuk ke arah tribune, sehingga memicu kekacauan. Para suporter, yang di antaranya juga anak-anak dan perempuan, berlari panik menghindari pedihnya gas air mata. Namun akses keluar yang minimal membuat mereka berjejalan dan berdesak-desakan, hingga jatuh korban jiwa.

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong lewat media sosial mengungkapkan belasungkawa kepada para korban, namun turut memberikan dukungan terhadap Ketum PSSI dalam kesempatan itu. Nah, dalam unggahan Shin, bek kanan timnas Indonesia yang kini merumput di Korea Selatan bersama Ansan Greeners, Asnawi Mangkualam Bahar, juga pasang badan untuk Iwan.

Enam tersangka sudah ditetapkan akibat Tragedi Kanjuruhan. Dirut PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita dan Panpel Arema FC, Abdul Haris menjadi dua di antaranya. Dari kalangan suporter mendesak PSSI ikut bertanggung jawab, selaku otoritas tertinggi sepakbola tanah air yang menaungi liga-liga resmi.

Salah satu bentuk pertanggungjawaban yang dianggap tepat adalah agar Iwan Bule mundur. Namun ketika ditanya soal ini, Ketum PSSI itu berkelit dan sempat menyebut tragedi Kanjuruhan tak ada sangkut-pautnya dengannya dan merupakan tanggung jawab Panpel.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *